Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Polres Jaksel benarkan pembunuh Alvaro meninggal di tahanan

Polres Jaksel benarkan pembunuh Alvaro meninggal ke tahanan

Ibukota Indonesia – Polres Metro Ibukota Indonesia Selatan (Polres Jaksel) membenarkan pelaku pembunuhan anak laki-laki bernama Alvaro Kiano Nugroho (6) yang digunakan hilang pada Pesanggrahan, meninggal di tahanan.

Pelaku pembunuhan Alvaro merupakan ayah tirinya bernama Alex Iskandar (AI).

“Meninggal sudah ada dalam pada tahanan,” kata Kapolres Metro Ibukota Selatan Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly terhadap wartawan dalam Satlat Brimob Gunung Putri, Senin.

Nicolas memaparkan sebelumnya pihaknya telah mengajukan permohonan keterang keluarga orang yang terluka kemudian tahanan. Adapun persoalan hukum ini sedang ditangani oleh Polres Metro DKI Jakarta Selatan untuk didalami lebih tinggi lanjut.

“Di Polda dengan Polres intinya ditangani unit pelayanan perempuan juga anak PPA Polres,” ucapnya.

Sebelumnya, kepolisian mengungkap pelaku pembunuhan Alvaro merupakan ayah tiri dari bocah laki-laki tersebut.

“Pelaku adalah ayah tirinya Alvaro,” kata Kapolres Metro Ibukota Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly.

Ayah tirinya itu diketahui menikah dengan ibu Alvaro sejak 2023 lalu sempat berencana untuk bercerai.

Polisi kemudian menemukan Alvaro yang mana hilang sejak Maret 2025 di Pesanggrahan, Ibukota Indonesia Selatan, itu pada situasi meninggal dunia.

Polsek Pesanggrahan menyatakan terperiksa pada tindakan hukum hilangnya Alvaro itu juga telah ditangkap untuk dimintai keterangan.

Kendati demikian, pihaknya belum dapat memberikan banyak penjelasan terkait penggerak meninggalnya korban akibat masih dilaksanakan pendalaman.

Kepolisian menyebutkan rekaman kamera pengawas (CCTV) di dalam sekitar rumah individu yang terjebak yang mana terhapus setiap hari dan juga tidaklah tersimpan berubah menjadi salah satu kendala pada pencarian anak tersebut.

Selain itu, keluarga juga melaporkan hilangnya Alvaro tidaklah tepat pada hari kejadian itu berlangsung.

Akan tetapi, polisi terus berupaya mencari informasi yang digunakan masuk dari penjelasan saksi, sekolah, keluarga, kemudian instruksi segera atau direct message (DM) pada media sosial Instagram, dan juga saluran aduan Kapolsek.

Alvaro terhitung hilang selama delapan bulan. Keberadaannya telah tiada diketahui sejak Kamis, 6 Maret 2025.