DKI Jakarta – Pengelola Pramono Anung Wibowo menyatakan stok pangan di dalam DKI Ibukota Indonesia masih aman pada sedang konflik antara Iran dengan AS-Israel.
“Jadi untuk Jakarta, hal yang mencakup keperluan pokok, mulai dari beras, daging, cabai merah keriting, serta yang lain-lain, kami menggaransi aman. Bahkan kelebihan stok sebenarnya,” kata Pramono di kawasan Ibukota Selatan, Jumat.
Pramono menyebut, hal itu terbukti dengan harga-harga material pokok dalam pasaran yang mana tidaklah mengalami kenaikan yang mana signifikan.
Meski berlangsung kenaikan tarif cabai merah kriting, namun Pramono berupaya agar nilai material pokok yang dimaksud mampu terus terjaga.
Sementara itu, untuk menekan biaya daging sapi agar tak mengalami kenaikan, otoritas Ibukota Indonesia juga telah lama menerima impor berjumlah 3.100 ekor sapi.
Selain itu, pemerintahan Ibukota Indonesia juga menyalurkan paket sembako melalui acara tebus hemat ke Balai Warga Ciganjur, Jagakarsa, Ibukota Indonesia Selatan, pada Kamis (5/3).
Adapun kegiatan yang dimaksud merupakan hasil kolaborasi antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perumda Pasar Jaya dengan komunitas Prakarsa Warga.
Pramono menjelaskan bahwa paket sembako yang mana dibagikan senilai Rp150.000, namun warga cukup membayar Rp100.000. Pada acara yang disebutkan dibagikan sebanyak 500 paket sembako tebus murah.
Pertemuan yang disebutkan dilaksanakan di dalam lima wilayah kota juga satu kabupaten di Jakarta. Masing-masing wilayah akan disalurkan sebanyak-banyaknya 1.000 paket.
Adapun paket sembako terdiri dari 5kg beras premium, 2 liter minyak goreng, 1kg terigu, kemudian 1kg gula yang mampu ditebus dengan tarif Rp100 ribu.
Meski stok pangan masih aman, namun Pramono memerintahkan jajarannya untuk bersiap menghadapi kemungkinan krisis dalam sedang konflik antara Iran dan juga Israel-Amerika.
“Saya menyampaikan untuk jajaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk kita selalu berpikir tentang krisis. Sehingga kalau ada kekurangan, misalnya produk-produk tertentu, kita harus mempersiapkan untuk itu,” ujar Pramono.















