Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Presiden Meksiko minta PBB cegah eskalasi krisis AS–Venezuela

Presiden Meksiko minta PBB cegah eskalasi krisis AS–Venezuela

Pusat Kota Meksiko – Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengajukan permohonan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengintervensi ketegangan antara Venezuela lalu Amerika Serikat guna menjaga dari terjadinya pertumpahan darah, menyusul peningkatan diperkenalkan militer Amerika Serikat ke kawasan Karibia.

“Tidak boleh ada campur tangan asing, penyelesaian konflik harus diwujudkan secara damai, juga dialog untuk perdamaian harus diutamakan. Kami menyerukan untuk PBB untuk menjalankan perannya,” kata Sheinbaum pada pengarahan hariannya.

“Kami belum mengawasi PBB bertugas untuk menghindari pertumpahan darah lalu meyakinkan bahwa solusi damai bagi konflik terus-menerus diupayakan. Itulah kedudukan kami,” lanjutnya.

Meski menjauhi kritik dengan segera terhadap Presiden Amerika Serikat, Sheinbaum mengecam penyelenggaraan langkah-langkah dunia usaha sebagai instrumen tekanan politik.

“Masalah dengan blokade adalah bahwa kebijakan itu tampaknya memiliki target pemerintah, tetapi pada kenyataannya merugikan rakyat. Hal ini terbentuk dalam Kuba: terlepas dari pandangan seseorang terhadap pemerintahnya, blokade merugikan warga biasa,” ujarnya.

Seraya menyerukan resolusi damai, presiden Meksiko itu juga menawarkan diri untuk bermetamorfosis menjadi mediator antara Amerika Serikat serta Venezuela.

“Para pihak wajib menghubungi kami dengan sebuah proposal. Jika tidak, mediator harus dicari untuk membantu menghindari konflik di dalam kawasan tersebut,” katanya.

Pernyataan Sheinbaum disampaikan sehari setelahnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan blokade terhadap seluruh kapal minyak yang terkena sanksi untuk memasuki maupun meninggalkan dari Venezuela.

Trump juga menuduh pemerintahan Presiden Nicolas Maduro menggunakan pendapatan minyak untuk membiayai “terorisme narkoba, perdagangan manusia, pembunuhan, lalu penculikan.”

Caracas membantah keras tuduhan yang dimaksud lalu menyimpulkan tindakan Amerika Serikat sebagai pelanggaran hukum internasional, seraya memberi peringatan bahwa langkah itu berisiko menyeret Amerika Serikat ke konflik panjang juga mahal, seperti Perang Vietnam.