Ramallah – Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Rabu (31/12) mengutarakan establishment negara Palestina yang dimaksud merdeka adalah kenyataan yang tersebut tidak ada terelakkan, seraya menegaskan rakyat Palestina melangkah dengan mantap menuju kebebasan lalu kemerdekaan.
Dalam sebuah pernyataan yang digunakan disampaikan oleh kantor berita Palestina, WAFA, Abbas menekankan terwujudnya negara Palestina yang mana berdaulat penuh dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, dengan dengan pemulangan para pengungsi yang tersebut sesuai dengan resolusi internasional lalu Inisiatif Keselarasan Arab.
Dia menyatakan rakyat Palestina di dalam Kawasan Gaza dan juga Tepi Barat dengan gigih menghadapi konflik genosida serta pembersihan etnis paling brutal pada sejarah modern, dan juga menuduh negeri Israel mengabaikan hukum internasional, legitimasi internasional, serta perjanjian gencatan senjata.
Abbas menekankan rakyat Palestina bukan akan menyerah, tak akan meninggalkan tanah air mereka, atau menerima aneksasi serta rencana pemindahan.
Menyerukan persatuan nasional, ia mendesak rakyat Palestina untuk bersatu pada bawah Organisasi Pembebasan Palestina (Palestine Liberation Organization/PLO), menyebutnya sebagai satu-satunya perwakilan sah rakyat Palestina.
Tidak akan ada negara Palestina di dalam Kawasan Gaza saja, serta tak akan ada negara Palestina tanpa Gaza, ujarnya.
Gaza akan “kembali ke pangkuan legitimasi nasional”, kemudian dibangun kembali sebagai bagian utama dari proyek nasional Palestina, tambahnya.











