Istanbul – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengemukakan dirinya akan berbicara dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Awal Minggu terkait peperangan yang tersebut berlangsung antara Rusia dan juga tanah Ukraina dan juga situasi ke Gaza.
Saat berbicara terhadap wartawan ke Istanbul pada Jumat, Erdogan mengemukakan pembicaraan yang dijadwalkan pada Mulai Pekan sore itu akan fokus pada perkembangan utama di dalam tingkat regional.
“Kami akan kembali melakukan panggilan telepon dengan Presiden Trump pada Senin,” katanya, seraya menambahkan bahwa merekan akan mengeksplorasi perkembangan yang terbentuk antara Rusia juga tanah Ukraina dan juga situasi dalam Palestina.
“Palestina tidak ada sendiri”
Erdogan juga mengomentari demonstrasi besar pro-Palestina yang mana diadakan di Jembatan Galata Istanbul pada Hari Tahun Baru, kemudian memuji aksi yang dimaksud sebagai arahan solidaritas masyarakat yang cukup kuat.
“Saat memasuki tahun baru, kita semua menyaksikan momen bersejarah ke Jembatan Galata. Hal itu menunjukkan dengan jelas bahwa Palestina tak sendirian,” katanya.
Dia menggarisbawahi bahwa Turki akan terus mengupayakan Kawasan Gaza dan juga rakyat Palestina, baik ke tingkat nasional maupun di koordinasi dengan dunia Islam yang digunakan lebih tinggi luas.
“Kami tidak ada meninggalkan Kawasan Gaza atau Palestina, serta kami tidak ada akan pernah meninggalkannya,” imbuh Erdogan.
Krisis kemanusiaan dalam Gaza
Sembari mengutuk serangan negara Israel yang mana terus berlanjut dalam Gaza, Erdogan mengutarakan krisis kemanusiaan di dalam Gaza, khususnya anak-anak yang digunakan hidup pada keadaan sulit, tidaklah akan dibiarkan begitu saja.
“Penderitaan anak-anak yang tinggal di dalam tenda-tenda darurat pada sedang angin, hujan, serta lumpur tidaklah akan dibiarkan begitu saja, kemudian (Perdana Menteri negeri Israel Benjamin) Netanyahu tak akan lolos dari pertanggungjawaban,” katanya.
Erdogan mencatat bahwa upaya bantuan kemanusiaan terus dibatasi, di antaranya hambatan di pengiriman material bangunan untuk hunian sementara ke Gaza.
Terlepas dari tantangan yang tersebut ada, Erdogan mengungkapkan Turki akan terus menempuh semua jalur yang digunakan memungkinkan untuk menggalang warga Palestina kemudian meringankan penderitaan mereka.
Diplomasi konflik Ukraina
Terkait peperangan yang digunakan berlangsung antara Rusia serta Ukraina, Erdogan menyatakan bahwa Turki kekal menjalin kontak erat dengan semua pihak, di antaranya Rusia, Ukraina, juga mitra Barat.
Dia juga memaparkan bahwa penghadapan puncak koalisi negara-negara yang digunakan bersedia terlibat akan diadakan ke Paris minggu depan, kemudian kehadirannya akan diwakilkan terhadap Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan.
Erdogan menambahkan bahwa keterlibatan diplomatik akan berlanjut melalui pembicaraan internasional mendatang, satu di antaranya percakapan teleponnya dengan Trump pada Senin.











