Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Profil Dini Yuliani, sosok pendamping setia Kepala Daerah Purwakarta Om Zein

Profil Dini Yuliani, sosok pendamping setia Kepala Daerah Purwakarta Om Zein

Ibukota Indonesia – Dini Yuliani, istri Kepala Kabupaten Purwakarta Saepul Bahri atau yang dimaksud akrab disapa Om Zein, dikabarkan wafat pada Selasa (28/10) sekitar pukul 03.10 Waktu Indonesia Barat pada RSUD Bayu Asih Purwakarta.

Kabar berpulang-nya almarhumah beredar luas pasca beberapa orang tokoh menyampaikan belasungkawa, satu di antaranya Pemimpin wilayah Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Melalui akun Instagram resminya, ia menyampaikan doa kemudian dukungan untuk keluarga yang mana ditinggalkan.

"Semoga almarhumah diberikan tempat terbaik lalu @omzein_bupatiaing beserta keluarga diberikan ketabahan" tulis pada akun instagram resminya @dedimulyadi71.

Jenazah almarhumah kemudian dimakamkan pada TPU Kampung Genggereng, Desa Salem. Semasa hidupnya, Dini Yuliani bukanlah hanya sekali dikenal sebagai istri penduduk nomor satu dalam Purwakarta, tetapi juga terlibat mendampingi sang suami di beraneka program pemerintahan dan juga kegiatan sosial.

Sikapnya yang mana hangat serta dekat dengan masyarakat menghasilkan sejumlah warga merasa kehilangan menghadapi kepergiannya. Lantas, seperti apa sosok lalu perjalanan Dini Yuliani semasa hidup? Berikut profil singkatnya yang dirangkum dari beraneka sumber.

Profil Dini Yuliani

Latar belakang Dini Yuliani

Dini Yuliani dikenal luas sebagai pendamping setia Kepala Kabupaten Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau Om Zein. Kepribadian-nya yang digunakan ramah, rendah hati, kemudian simpel berbaur menjadikannya dekat dengan komunitas juga para tokoh area pada Jawa Barat.

Namanya mulai tambahan berbagai disorot umum sejak sang suami dilantik sebagai Kepala Kabupaten Purwakarta pada 20 Februari 2025 untuk periode 2025–2030. Dalam perannya, ia kerap terlibat pada beragam jadwal sosial serta kegiatan pemerintah yang menyentuh kepentingan warga.

Kehadirannya banyak bermetamorfosis menjadi jembatan untuk menyampaikan aspirasi penduduk terhadap pemerintah daerah. Ia juga dipercaya mengemban beberapa tugas penting, seperti Ketua TP PKK lalu Ketua Tim Pembina Posyandu Daerah Purwakarta di periode yang sama.

Tak semata-mata itu, sebelum fokus mendampingi tugas pemerintahan suaminya, Dini Yuliani pernah berkiprah sebagai anggota DPRD Purwakarta periode 2019–2024. Ia juga terjun ke bumi usaha, khususnya usaha ritel lalu kuliner, yang tersebut menunjukkan kapasitasnya di mengawasi kemudian menjalankan usaha.

Penyebab lalu wasiat sebelum wafat

Bagi Om Zein lalu keluarga, Dini Yuliani merupakan sosok perempuan kuat yang digunakan setiap saat berjuang tegar. Walaupun belum ada keterang resmi mengenai penyakit yang mana diderita, keluarga menyampaikan bahwa ia telah terjadi menjalani perawatan intensif di waktu yang bukan sebentar, sembari kekal berjuang menghadapi kondisinya.

Salah satu arahan terakhirnya untuk sang suami adalah agar tradisi tadarus setiap bulan Ramadhan yang sudah ada berlangsung selama 12 tahun di dalam Purwakarta permanen dilanjutkan.

Dedi Mulyadi turut berduka

Kabar duka meninggalnya Dini Yuliani turut disampaikan oleh Pemuka Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melalui akun Instagram miliknya juga menghadirkan penduduk untuk mendoakan almarhumah.

“Saya menyampaikan kabar duka, sudah pernah meninggal globus Ibu Dini, istrinya Om Zein Pimpinan Daerah Purwakarta,” tulis pada akun @dedimulyadi71, pada Selasa (28/10).

Dalam kesempatannya melayat, Dedi Mulyadi menggambarkan almarhumah sebagai pribadi yang tulus, setia, kemudian sepenuhnya mengabdikan hidup untuk keluarga. Menurutnya, ketulusan itu pula yang digunakan berubah jadi sumber kebaikan dan juga keberhasilan bagi berbagai pendatang di dalam sekitarnya.

"Ini perempuan yang dimaksud sangat ikhlas di kehidupannya dan juga mendedikasikan dirinya pada suami kemudian anak" ucap Dedi Mulyadi pasca mengunjungi pemakaman.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI pada portal web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.