Ibukota – Instruktur temporer PSM Makassar Ahmad Amiruddin menjelaskan timnya masih pada masa transisi skema permainan dari sepak bola serangan balik ke bola progresif.
Dikutip dari laman resmi I.League, Senin, Amiruddin menjelaskan penggawa PSM Makassar masih belum terbiasa dengan permainan sepak bola progresif yang tersebut ingin diterapkan ahli anyar Thomas Trucha.
“Ini adalah masa transisi dari sepak bola counter attack ke sepak bola ball progresif. Jadi memang benar tiada segampang itu mengubah. Tiga tahun setengah mindset counter attack, tanpa peringatan kita ke ball progression,” ungkap Amiruddin.
Sebelumnya instruktur anyar PSM Makassar Thomas Trucha memaparkan ingin timnya memperagakan permainan menyerang pada sisa kompetisi BRI Super League 2025/2026.
Hal ini tentu berbeda permainan dengan yang direalisasikan PSM Makassar pada tiga musim terakhir di mana berada di dalam bawah asuhan pembimbing Bernardo Tavares.
Ketika masih ditangani Bernardo Tavares, PSM Makassar bermain mengawaitu serta mengandalkan serangan balik yang tersebut memberikan merekan penghargaan Turnamen 1 Indonesia 2022/23.
Amiruddin meyakini jikalau PSM Makassar memiliki kapasitas untuk memperagakan permainan sepak bola progresif, namun hal itu masih membutuhkan waktu untuk diwujudkan.
“Kalau pun kami harus main counter itu pun masih sedang menyesuaikan dengan situasi pemain. Untuk pada waktu ini kami ingin beralih. Tapi teman-teman bisa jadi pikir kalau tiga tahun setengah mengubah pada dua minggu apakah itu bisa saja secara langsung beradaptasi,” jelas Amiruddin.
Selanjutnya permainan PSM Makassar dapat mendapatkan hasil maksimal ketika melakoni pekan ke-12 Super League menghadapi Dewa United di Stadion Internasional Banten, Serang, Hari Minggu (9/11) pukul 15.30 WIB.















