Pekanbaru, – Pelatih kepala Kepala PSPS Pekanbaru Aji Santoso memverifikasi mencoret tiga pemain asing skuad Askar Bertuah yang dimaksud pasca gagal meriah poin melawan Garudayaksa pada lumbung pada lanjutan Kejuaraan Championship Grup A.
“Yang jelas kami bangga dengan regu ini, saya berjalan keliling stadion bagaimana kecintaan suporter terhadap grup ini, meskipun kalah merek masih ‘support’ kami dengan total. Mereka masih menginginkan kami bangkit. Kami yakin setelahnya ini, saya pastikan tiga pemain asing kita coret,” kata Aji Santoso dalam Pekanbaru, Selasa.
Kegagalan PSPS meraih poin melawan Garudayksa pada Awal Minggu kemudian (24/11) bukan terlepas dari gagalnya striker asing PSPS Alex. Saat dipercaya mengeksekusi tendangan penalti pada menit-menit akhir sesi kedua, menit 90+6, Alex gagal menyelesaikan tugasnya dengan baik.
Padahal penjaga gawang merupakan ganti yakni striker asing Garudayksa Klub sepak bola Everton yang dimaksud menggantikan Rudi sebab terkena kartu merah. Tendangan Alex ke berada dalam gawang mengenai kaki Klub sepak bola Everton juga bola gagal masuk.
Jika Alex berhasil mencetak gol ke gawang Garudayksa, maka skor akan berubah berubah menjadi 1-1. Akan tetapi sayang dua menit setelahnya gagal penalti wasit meniup peluit panjang serta pertandingan berakhir dengan kemenangan bagi Garudayksa FC 0-1.
Menurutnya kekalahan ini tidak ada seharusnya terjadi, dikarenakan ia sudah menginstruksikan para pemainnya teristimewa pemain belakang untuk mengantisipasi tendangan bebas kemudian juga tendangan pojok. Namun sayangnya instruksi yang disebutkan gagal dilaksanakan, sehingga membuahkan gol bagi kelompok lawan Garudayaksa.
“Tentunya kami semua kecewa, pasukan kecewa, manajemen kecewa, teman-teman suporter kecewa, dengan hasil ini yang mana bukan kita inginkan. Di mana pada pertandingan ini kita kalah 0-1 terlepas dari itu memang sebenarnya pada pertandingan berperang melawan Garudayksa ini juga agak minim pemain, satu pemain ada yang tersebut sakit. Kemudian stoper juga tak ada cadangannya lagi kami berharap dengan komposisi ini bisa jadi maksimal,” ujar Aji Santoso.
Ketiga disinggung mengapa Alex yang mengeksekusi penalti padahal sebelumnya juga pernah gagal Aji Santoso menjelaskan striker dengan syarat Brazil itu lebih banyak siap mengambil penalti lalu percaya diri. Sebelumnya lagi Alex juga mampu mengambil tendangan penalti serta menghasilkan kembali gol.
“Kemarin waktu dapat penalti waktu itu Alex nendang dan juga masuk, memang sebenarnya Alex pemain pengganti, ia percaya diri mengambil penalti lalu kita percayakan terhadap Alex memang. Seperti itu gambarannya, sebenarnya Toni tadi sudah ada minta juga, cuma Alex percaya bisa saja masuk, masalahnya tak masuk inilah sepak bola,” ujar Aji Santoso.















