Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

PSSI Jatim larang Hilmi Gimnastiar bergerak pada sepak bola seumur hidup

PSSI Jatim larang Hilmi Gimnastiar bergerak pada sepak bola seumur hidup

Surabaya – Komite Disiplin (Komdis) Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup untuk pemain Putra Jaya Pasuruan Muh. Hilmi Gimnastiar berhadapan dengan tindakan kekerasan terhadap pemain Perseta 1970 Tulungagung pada event Turnamen 4 Jatim.

Ketua Komdis Asprov PSSI Jawa Timur Samiadji Makin Rahmat, mengemukakan sanksi berat dijatuhkan pasca pihaknya melakukan pemeriksaan dan juga menafsirkan perbuatannya termasuk pelanggaran serius terhadap Kode Disiplin PSSI.

“Perbuatan menendang pemain lawan yang digunakan mengakibatkan luka parah merupakan tindakan kekerasan juga pelanggaran berat, sehingga Komdis menjatuhkan hukuman tambahan merupakan larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup,” kata Makin ketika pada hubungi ANTARA melalui telepon selular ke Surabaya, Jawa Timur, Selasa.

Insiden tersebut, kata dia, berjalan pada pertandingan fase 32 besar Grup CC Turnamen 4 Kapal Api Piala Kepala daerah Jawa Timur 2025/2026 antara Putra Jaya Pasuruan berjuang melawan Perseta 1970 Tulungagung yang mana dilakukan pada Stadion Gelora Bangkalan, Kota Bangkalan, pada Mulai Pekan (5/1).

Ia menjelaskan, pada putusan Komdis PSSI Jatim menyatakan Muh. Hilmi Gimnastiar terbukti melakukan pelanggaran Pasal 48 juncto Pasal 49 Kode Disiplin PSSI setelahnya menendang pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha Ardhiansyah, hingga menyebabkan orang yang terluka mengalami luka parah pada bagian dada.

Selain larangan beraktivitas seumur hidup, Komdis PSSI Jatim juga menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp2,5 jt terhadap pemain Putra Jaya Pasuruan yang disebutkan sesuai ketentuan Pasal 78 Kode Disiplin PSSI.

Makin menegaskan, langkah yang disebutkan diambil tak semata-mata untuk memberikan efek jera terhadap pelaku, tetapi juga sebagai pembelajaran bagi seluruh pemain agar bukan melakukan tindakan sama di dalam lapangan.

“Komdis berharap langkah ini berubah menjadi pelajaran bagi seluruh insan sepak bola Jawa Timur untuk menjunjung membesar sportivitas dan juga keselamatan pemain,” ucapnya.

Komdis PSSI Jatim juga menyatakan, terhadap putusan yang dimaksud masih terbuka upaya banding sesuai dengan mekanisme serta aturan yang mana berlaku di Kode Disiplin PSSI.

Meskipun demikian, ia berharap agar kejadian yang disebutkan tidak ada terulang kembali lantaran hal yang dimaksud mampu mencederai permainan fair play di sepak bola.

“Hukuman itu juga kami memutuskan agar tak ada pemain lainnya yang mana meremehkan dengan melakukan tindakan yang dimaksud sama, ini sepak bola bukanlah bela diri,” ujarnya.