Ibukota Indonesia – Petinju Rene Santiago menyatukan gelar kejuaraan juara planet kelas terbang World Boxing Organization (WBO) dengan peringkat juara World Boxing Association (WBA) milik Kyosuke Takami pasca membungkamnya lewat kemenangan bilangan tipis di Ryogoku Kokugikan, Tokyo.
“Kartu skor mencerminkan selisih yang dimaksud sangat tipis di pertarungan ini: 117-111 lalu 115-113 untuk Santiago, sementara satu juri mengkaji 116-112 untuk Takami,” demikian laporan WBA pada laman resminya dalam Jakarta, Sabtu.
Pertemuan keduanya mencerminkan pertarungan gaya yang mana bertabrakan sejak bel pembuka.
Takumi, yang mana tak terkalahkan dan juga dianggap sebagai salah satu talenta muda Negeri Matahari Terbit yang mana menjanjikan, berjuang menerapkan agresivitas khasnya, progresif ke depan dengan pukulan jab yang mana kaku juga kombinasi pukulan ke tubuh.
Namun, Santiago menunjukkan ketenangan kemudian kedewasaan taktis, mengandalkan aksi kaki, inovasi ritme, dan juga pukulan balik yang tersebut tajam untuk meredam serangan favorit tuan rumah.
Takami mencoba memotong ring dan juga memaksa pertukaran pukulan, tetapi petinju Puerto Riko itu membalas dengan pukulan lurus ke berhadapan dengan kemudian hook yang tersebut tepat waktu, yang tersebut berulang kali menghentikan peluang juara.
Pertarungan kekal kompetitif pada ronde-ronde awal, meskipun Santiago mulai mengambil alih kendali mulai ronde keenam dengan memanfaatkan kelemahan pertahanan lawan juga melancarkan pukulan yang mana lebih banyak bersih juga mencolok.
Di ronde akhir, Santiago kembali ke strategi aslinya: pergerakan lateral, pukulan lurus, kemudian pengendalian tempo. Disiplin taktis yang disebutkan pada akhirnya berubah jadi penentu ke kartu skor, menghargai kemampuannya untuk beradaptasi serta melaksanakan tinju yang digunakan tambahan efektif pada waktu paling dibutuhkan.
Dengan kemenangan itu, Santiago mengakhiri tahun yang dimaksud gemilang, meraih kemenangan keduanya secara berturut-turut ke Negeri Matahari Terbit menghadapi juara yang sebelumnya tak terkalahkan, kemudian mengukuhkan posisinya sebagai pemain utama di divisi kelas terbang.
Takami, meskipun mengalami kekalahan, menunjukkan ketangguhan lalu kualitas, serta usianya yang mana muda menyiratkan kembalinya yang digunakan cepat ke level menghadapi divisi tersebut















