Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

RS Polri masih periksa dua kantong jenazah yang mana diduga Alvaro

RS Polri masih periksa dua kantong jenazah yang tersebut mana diduga Alvaro

Ibukota – Rumah Sakit Polri Kramat Jati masih memeriksa dua kantong diduga jenazah Alvaro Kiano Nugroho (6) yang dimaksud sempat hilang di dalam Pesanggrahan, DKI Jakarta Selatan.

“Kami terima dua kantong diduga orang yang terluka yang dimaksud tercatat Mr X. Saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan luar dan juga dalam,” kata Kepala RS Polri Brigjen Polisi Prima Heru Yulih masalah jenazah Alvaro di dalam RS Polri Kramat Jati, DKI Jakarta Timur, Senin.

Prima menyebut, kedua kantong yang disebutkan tiba dengan label Mr X pada Hari Senin (24/11) sekitar pukul 00.45 WIB. Lalu, kantong yang disebutkan segera masuk rute identifikasi awal.

“Pemeriksaan luar juga di sesuai dengan permintaan penyidik,” ujar Prima.

Pemeriksaan forensik meliputi analisis bagian luar maupun di jenazah, satu di antaranya identifikasi antropologi forensik kemudian tahap awal pencocokan data.

Prima menegaskan, tahapan identifikasi membutuhkan ketelitian dikarenakan status kantong jenazah yang digunakan diterima masih harus diverifikasi lebih besar lanjut.

Menanggapi pertanyaan terkait apakah keluarga sudah ada datang ke RS Polri untuk langkah-langkah identifikasi, Prima mengutarakan pihaknya masih pada tahap koordinasi dengan pasukan penyidik

“Kami lagi berproses. Kami koordinasi dengan penyidik untuk pengambilan data ante mortem,” ucapnya.

Data ante mortem merupakan informasi penting dalam bentuk ciri-ciri fisik, rekam medis, atau barang pribadi yang digunakan dapat membantu pencocokan identitas korban.

Prima menjelaskan jenazah itu dikemas di dua kantong menggunakan unsur kertas. Namun, beliau belum dapat menegaskan apakah isi kantong terdiri dari kerangka atau bagian tubuh lainnya.

“Dua kantong, kantong dari kertas. Lagi proses pemeriksaan,” katanya.

Hingga pada waktu ini, RS Polri masih mengawaitu kelengkapan data pembanding dari keluarga untuk mempercepat rute identifikasi, termasuk kemungkinan dilakukannya pemeriksaan DNA apabila diperlukan.

Polisi lalu regu forensik belum menyampaikan estimasi waktu selesainya identifikasi jenazah yang digunakan diduga sebagai Alvaro tersebut.

Sebelumnya, polisi menemukan Alvaro yang hilang sejak Maret 2025 ke Pesanggrahan, DKI Jakarta Selatan, itu di keadaan meninggal dunia pada Kali Cilalay, Bogor, Jawa Barat.

Alvaro diduga ditemukan di keadaan sudah ada berbentuk kerangka, yang dimaksud kemudian akan dipastikan oleh kepolisian melalui tes DNA.

Alvaro terhitung hilang selama delapan bulan. Keberadaannya telah tak diketahui sejak Kamis, 6 Maret 2025.

Adapun kepolisian mengungkap pelaku pembunuhan anak laki-laki bernama Alvaro Kiano Nugroho (6) yang digunakan hilang di dalam Pesanggrahan, DKI Jakarta Selatan, adalah ayah tiri.

“Pelaku adalah ayah tirinya Alvaro,” kata Kapolres Metro Ibukota Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly terhadap wartawan pada Jakarta, Senin.

Dia menyatakan polisi menangkap pelaku tersebut, kemudian menemukan kerangka yang mana diduga Alvaro.