Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Spanyol: Situasi kemanusiaan Wilayah Gaza sangat mengenaskan

Spanyol: Situasi kemanusiaan Wilayah Wilayah Gaza sangat mengenaskan

London – pemerintahan Spanyol mengumumkan situasi kemanusiaan di Jalur Kawasan Gaza sangat mengenaskan dan juga kembali menegaskan dukungan untuk perdamaian pada wilayah yang disebutkan serta penghentian kekerasan di dalam wilayah pendudukan Tepi Barat.

Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares, pada hari terakhir pekan menyampaikan sikap yang disebutkan di percakapan telepon dengan Pertama Menteri Palestina Mohammad Mustafa.

Dalam pembicaraan itu, Albares menegaskan dukungan penuh Spanyol terhadap perdamaian permanen di dalam Jalur Wilayah Gaza dan juga penghentian kekerasan di dalam Tepi Barat.

Albares menyatakan Spanyol akan terus bekerja sejenis dengan Otoritas Palestina untuk merawat keberlanjutan keuangan dan juga mengupayakan program reformasi yang dimaksud dijalankan.

Ia juga menyerukan untuk negara Israel agar segera mentransfer pendapatan pajak Palestina yang selama ini ditahan.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan Palestina, negara Israel sudah menahan hampir 2 miliar dolar Amerika Serikat (sekitar Rp33,4 triliun) pendapatan pajak Palestina sejak 2019. Langkah itu disebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap seluruh perjanjian yang sudah pernah ditandatangani.

Dalam pernyataannya, Albares juga menekankan bahwa ekspansi permukiman ilegal negara Israel harus dihentikan.

Ia menyoroti bahwa tahun 2025 ditutup sebagai periode dengan tingkat ekspansi permukiman tertinggi di Tepi Barat yang mana diduduki, pasca koalisi sayap kanan negara Israel menyetujui jumlah keseluruhan permukiman kemudian proyek perumahan baru pada skala yang belum pernah berjalan sebelumnya.

Pekan ini, negara Israel kembali menyetujui pengerjaan 126 unit rumah bagi pemukim ke pos permukiman Sa-Nur, wilayah utara Tepi Barat. Permukiman yang disebutkan sebelumnya dibongkar dibongkar pada 2005 pada waktu pencabutan sepihak negara Israel dari Jalur Gaza.

Situasi kemanusiaan dalam Jalur Gaza, menurut Albares, berada pada keadaan yang dimaksud sangat memprihatinkan. Ia menafsirkan pembatasan terhadap organisasi non-pemerintah tidak ada dapat diterima juga justru memperburuk keadaan.

Ia juga menegaskan bahwa lembaga-lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa, diantaranya Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), harus dapat beroperasi secara bebas ke Jalur Kawasan Gaza maupun Tepi Barat.

Spanyol, lanjut Albares, berjanji untuk terlibat dan juga pada serangkaian rekonstruksi agar rakyat Jalur Wilayah Gaza memiliki masa depan dalam tanah mereka itu sendiri.

Sejak Oktober 2023, serangan negeri Israel di dalam Jalur Daerah Gaza telah dilakukan menewaskan lebih besar dari 71.000 orang, sebagian besar perempuan juga anak-anak, juga menghancurkan wilayah tersebut. Gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober 2025, tetapi pelanggaran oleh tanah Israel dilaporkan masih terus terjadi.