Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Tangkap ikan sarden berlebihan, 95% penguin Afrika meninggal kelaparan

Tangkap ikan sarden berlebihan, 95% penguin Afrika meninggal kelaparan

Kota Moskow – Penangkapan ikan sarden berlebihan di pesisir selatan Afrika Selatan diduga menyebabkan lebih besar dari 60.000 penguin Afrika berakhir kelaparan sepanjang 2004-2011.

Jumlah yang disebutkan mewakili sekitar 95 persen populasi penguin yang tumbuh biak di dua koloni dekat Cape Town, menurut sebuah kajian yang diterbitkan kelompok ilmuwan internasional.

Penelitian yang tersebut dipublikasikan pada Kamis (4/12) di jurnal Ostrich: Journal of African Ornithology itu menyebutkan kematian penguin Afrika dewasa setelahnya 2004 kemungkinan besar disebabkan oleh kelaparan.

Kajian yang disebutkan menemukan sekitar 62.000 ekor penguin yang dimaksud mengalami perkembangan biak pada Pulau Dassen juga Pulau Robben selama periode yang dimaksud tertutup akibat peningkatan penangkapan ikan Sardinops sagax, sumber makanan utama mereka.

Tingkat eksploitasi perikanan sarden ke wilayah barat Cape Agulhas tercatat secara tegas berada di menghadapi 20 persen populasi ikan pada 2005–2010, bahkan mencapai puncak 80 persen pada 2006.

Kajian itu juga menyimpulkan bahwa tingginya nomor kematian penguin di sekitar Pulau Dassen serta Pulau Robben berkaitan dengan ketidakmampuan mereka menambah berat badan mendekati musim pergantian bulu.

Penguin Afrika membutuhkan pasokan makanan yang mana stabil, teristimewa pada periode sebelum molting, sebab fase yang dimaksud sangat menentukan kelangsungan hidup mereka.

Molting pada penguin adalah rute biologis tahunan ke mana merekan mengurangi bulu lama lalu menumbuhkan bulu baru yang tersebut tambahan kuat, tambahan sehat walafiat kemudian tahan air untuk merawat kehangatan dan juga kemampuan berenang mereka.

Selama langkah-langkah molting (biasanya 2-3 minggu), penguin tak mampu berenang sebab bulunya bukan kedap air, sehingga merek harus terus pada darat serta tak makan juga mengandalkan cadangan lemak yang mereka kumpulkan sebelumnya.

Penelitian itu mendapati bahwa sebagian besar penguin yang berhasil melalui langkah-langkah molting mampu memulihkan status tubuh dan juga kembali ke koloni untuk bertelur. Sebaliknya, penguin yang dimaksud gagal mengalami molting kemungkinan besar meninggal kelaparan.

Dengan populasi global yang mana untuk pertama kalinya turun berubah jadi kurang dari 10.000 pasangan pada 2023, para peneliti menegaskan perlunya upaya serius untuk menjaga dari penurunan lebih besar lanjut ukuran koloni penguin Afrika.

Mereka merekomendasikan penutupan area penangkapan ikan di dalam dekat koloni juga pengelolaan tekanan penangkapan ikan sarden dan juga ikan teri di Afrika Selatan untuk menahan penurunan populasi.

Pada 2024, Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) menetapkan status risiko kepunahan penguin Afrika meningkat berubah menjadi kategori kritis.