Istanbul –
“Jika pemerintah Nigeria terus membiarkan pembunuhan umat Kristen, Amerika Serikat akan segera menghentikan seluruh bantuan lalu kemungkinan besar menyerang negara yang ternoda itu dengan ‘senjata api’,” tulis Trump dalam media media sosialnya, Truth Social, Sabtu.
Ancaman yang dimaksud muncul sehari pasca ia mengklaim bahwa agama Kristen menghadapi ancaman eksistensial pada Nigeria lalu menuduh kelompok radikal bertanggung jawab menghadapi “pembantaian massal.”
“Saya telah dilakukan memerintahkan ‘Departemen Perang’ untuk bersiap menghadapi kemungkinan aksi. Jika kami menyerang, serangan itu akan cepat, ganas, kemudian mematikan, seperti teroris menyerang umat Kristen yang kami cintai,” tulis Trump.
Ia juga memberi peringatan pemerintah Nigeria untuk “bertindak cepat.”
Menurut laporan Al Jazeera, pernyataan Trump itu sejalan dengan retorika politikus sayap kanan Amerika yang tersebut menggambarkan konflik dalam Nigeria sebagai serangan kelompok radikal terhadap umat Kristen.
Namun para ahli memandang pandangan itu menyesatkan akibat kekerasan di dalam Nigeria tidak ada semata-mata dipicu oleh komponen agama, tetapi juga hambatan ekonomi, politik, juga etnis.
Sumber: Anadolu















