Ibukota – UNDP Negara Indonesia menyampaikan bahwa lembaga yang disebutkan sedang melakukan peninjauan untuk memberikan dukungan yang terbaik untuk pihak-pihak yang mana terlibat pada penanganan bencana dan juga komunitas terdampak.
Menurut pernyataan ditulis dari Pusat Data PBB (UNIC) dalam Jakarta, Senin, bahwa UNDP Indonesia telah terjadi menerima permintaan resmi dari Aceh pada 14 Desember 2025.
“Saat ini, UNDP berada dalam melakukan peninjauan untuk memberikan dukungan terbaik yang digunakan dapat diberikan terhadap pihak-pihak nasional yang tersebut terlibat pada penanganan, dan juga warga yang mana terdampak seiring dengan mandat UNDP mengenai pemulihan dini (early recovery),” menurut pernyataan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan untuk merespon pertanyaan dari media terkait dua surat dari pemerintahan Provinsi Aceh untuk UNDP Nusantara dan juga UNICEF agar membantu penanganan bencana banjir lalu longsor di dalam Aceh.
Pernyataan itu juga menyampaikan bahwa UNICEF telah dilakukan menerima surat dari pemerintahan Provinsi Aceh, lalu ketika ini sedang meninjau bidang-bidang dukungan yang digunakan diminta melalui koordinasi dengan otoritas terkait.
Hal itu diwujudkan untuk mengidentifikasi keperluan prioritas dalam mana UNICEF dapat berkontribusi pada upaya penanganan yang dimaksud dipimpin oleh pemerintah.
UNICEF, sama-sama dengan badan-badan PBB lainnya, sejak awal terjadinya banjir yang mana melanda Aceh, Sumatera Utara, kemudian Sumatera Barat, telah lama bekerja secara erat dengan pemerintah ke tingkat nasional dan juga daerah, dan juga para mitra pada mengupayakan upaya respons darurat.
“Tim UNICEF ke Kantor Lapangan Aceh sudah berada dalam lapangan juga diperkuat dengan tambahan keahlian teknis, khususnya pada bidang yang digunakan berkaitan dengan kesejahteraan anak,” menurut pernyataan itu.
UNICEF itu pun menyatakan terus berazam penuh serta siap memberikan dukungan tambahan lanjut terhadap respons yang dipimpin oleh pemerintah melalui koordinasi yang tersebut erat dengan otoritas terkait.
Sementara itu, PBB ke Nusantara menyampaikan pihaknya sudah menyokong upaya pemerintah ke lapangan melalui bantuan teknis sesuai mandat program-program yang sedang berlangsung ke Aceh, Sumatera Utara, juga Sumatera Barat, juga bantuan dalam tingkat nasional melalui kementerian terkait.
“PBB siap untuk menguatkan dukungan yang dimaksud dengan terus bekerja sejenis secara erat dengan pemerintah,” menurut pernyataan itu.
Menurut data BNPB yang dimaksud dipantau pada Awal Minggu malam, jumlah agregat orang yang terdampar meninggal dari Aceh, Sumatera Utara, kemudian Sumatera Barat, mencapai 1030 orang, 206 pemukim dinyatakan hilang, sekitar 7.000 khalayak terluka, juga 186.488 rumah mengalami kerusakan.














