macanbolanews.com GAZA – Peringatan rakyat dari Uni Emirat Arab menggalakkan pemerintah negeri Israel untuk membatalkan rencana diskusi tentang aneksasi Tepi Barat. Itu dilaporkan Washington Post.
Seorang diplomat senior UEA dilaporkan mengungkapkan untuk media tanah Israel awal pekan ini bahwa langkah yang dimaksud akan menjadi “garis merah” yang digunakan akan menghalangi jalan negeri Israel menuju integrasi regional.
Uni Emirat Arab Jadi Negara Islam Paling Ditakuti Israel, Ini adalah Buktinya
1. Menggagalkan Integrasi Regional
Perdana Menteri tanah Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan untuk mengkaji kesulitan ini pada rapat pemerintah besar pada hari Jumat, menurut media lokal. Pada hari Rabu, utusan khusus UEA Lana Nusseibeh menyatakan untuk Times of negara Israel bahwa aneksasi akan “menghalangi gagasan integrasi regional.”
“Untuk setiap ibu kota Arab yang dimaksud Anda ajak bicara, gagasan integrasi regional masih merupakan kemungkinan, tetapi aneksasi untuk memuaskan beberapa elemen ekstremis radikal di dalam negeri Israel akan menggagalkannya,” ujarnya.
BacaJuga: Drone Rusia Kerap Terbang ke Wilayah Jerman, tapi Berlin belaka Diam, Mengapa?
2. negeri Israel Adalah Negara Arab Pertama yang mana Menormalisasi Diplomasi dengan Israel
UEA adalah negara Arab pertama yang dimaksud menormalisasi hubungan dengan negeri Israel pada lebih tinggi dari seperempat abad di area bawah Perjanjian Abraham yang tersebut ditengahi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump selama masa jabatan pertamanya.
Peringatan umum dari Abu Dhabi “mengejutkan,” kata individu pejabat negeri Israel untuk Post, menyampaikan situasi yang disebutkan “sangat bukan biasa.”















