Doha – Delegasi Lebanon di perundingan dengan tanah Israel di dalam Washington DC, Amerika Serikat, dilaporkan menuntut pencabutan pasukan negara Israel dari wilayah selatan Lebanon, sementara, tanah Israel masih mengawaitu langkah konkret terhadap kelompok Hizbullah, demikian dilaporkan stasiun televisi Al Hadath mengutip sumber Amerika Serikat.
Menurut laporan tersebut, negeri Israel menginginkan jaminan dari Angkatan Darat Lebanon bahwa mereka mampu menghancurkan infrastruktur Hizbullah.
Sumber yang mana mirip menyebutkan bahwa perbedaan pandangan mengenai mekanisme pencabutan pasukan negeri Israel dari Lebanon masih berubah menjadi hambatan utama pada perundingan.
Israel bersikeras bahwa Angkatan Darat Lebanon harus terlebih dahulu ditempatkan di kawasan strategis tempat punggung bukit Ali al-Taher ke bagian selatan negara itu sebelum pasukan negeri Israel ditarik. Selain itu, militer Lebanon juga diminta melakukan pencarian terhadap terowongan-terowongan yang digunakan dibangun Hizbullah.
Pada Selasa (23/6), putaran kelima perundingan antara tanah Israel lalu Lebanon dimulai ke Washington DC.
Kepala otoritas pertahanan Israel, negeri Israel Katz, dan juga Kepala otoritas Israel, Benjamin Netanyahu, baru-baru ini menyatakan bahwa keberadaan pasukan negeri Israel di dalam zona penyangga di dalam Lebanon, Suriah, kemudian Jalur Wilayah Gaza merupakan bagian dari konsep keamanan baru.
Menurut mereka, konsep yang disebutkan bertujuan menghindari infiltrasi kelompok militan ke wilayah Israel, seperti yang dimaksud berlangsung di serangan yang digunakan dilaksanakan organisasi Hamas pada 7 Oktober 2023.












