Ibu Kota Rusia – Menteri Luar Negeri (Menlu) Filipina Maria Theresa Lazaro mengajukan membantah keras terhadap Menlu China Wang Yi berhadapan dengan “tindakan yang digunakan tiada dapat diterima” ke wilayah sengketa Laut China Selatan.
“Saya bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam sela-sela penghadapan ASEAN untuk diskusi terbuka tentang hubungan Filipina-China. Saya menegaskan kembali menentang keras kami berhadapan dengan tindakan yang tiada dapat diterima terhadap personel Filipina di dekat Ayungin Shoal,” tulis Lazaro pada X, Rabu (22/7).
Lazaro menambahkan bahwa kedua pihak juga mengkaji pentingnya mempertahankan saluran komunikasi terbuka serta mencari cara untuk menyelesaikan perselisihan.
Pada Hari Senin (20/7), militer Filipina menuduh China melakukan agresi di dalam Laut China Selatan, dengan menuding anggota Penjaga Pantai China telah lama memukul seseorang anggota Angkatan Laut Filipina dengan tongkat kayu, hingga menyebabkan cedera fisik.
Penjaga Pantai China menanggapi dengan menuduh Filipina melakukan provokasi yang disengaja kemudian memutarbalikkan fakta, menyatakan bahwa sebuah kapal Filipina telah terjadi dengan sengaja menabrak kapal patroli China serta personel di melawan kapal yang disebutkan sudah pernah menyerang anggota Penjaga Pantai China dengan dayung serta tiang panjang.
Insiden yang disebutkan semakin memperburuk ketegangan antara China lalu Filipina yang mana telah lama berlangsung selama bertahun-tahun, sebab Beijing terlibat pada sengketa teritorial yang digunakan telah lama dengan beberapa negara Asia-Pasifik melawan pulau-pulau di Laut China Selatan.
China, Brunei Darussalam, Malaysia, juga Filipina terlibat di sengketa berhadapan dengan perairan strategis yang digunakan diyakini menyimpan cadangan hidrokarbon yang mana signifikan itu.















