DKI Jakarta – Ganda putra Negara Indonesia Devin Artha Wahyudi/Ali Faathir Rayhan harus puas sebagai runner-up Macau Open 2026 pasca kalah dari pasangan Korea Selatan Jin Yong/Lee Jongmin.
Dalam partai final kompetisi BWF Super 300 yang tersebut berlangsung Macao East Asian Games Dome, Macau, China, Minggu, Devin/Faathir harus mengakui ketangguhan Jin/Lee dengan 21-18, 19-21, 10-21.
Devin/Faathir sempat tampil menjanjikan dengan merebut gim pertama 21-18. Pasangan Indonesia mampu merawat keunggulan sejak awal laga juga terus menjadi pemimpin hingga melakukan penutupan gim pembuka dengan selisih tiga poin.
Memasuki gim kedua, Devin/Faathir kembali menunjukkan performa impresif. Mereka bahkan sempat unggul berjauhan 11-6 ketika interval dan juga memperlebar jarak menjadi 15-10.
Namun, Jin/Lee perlahan bangkit lalu memangkas ketertinggalan hingga menyamakan kedudukan 16-16.
Pertarungan ketat terbentuk pada poin-poin krusial. Setelah skor imbang 18-18 lalu 19-19, pasangan Korea Selatan berhasil merebut dua poin beruntun untuk mengamankan gim kedua dengan skor 21-19 sekaligus memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan.
Pada gim ketiga, Devin/Faathir mengalami kesulitan menghadapi tekanan lawan. Setelah sempat mempertahankan jarak hingga skor 4-5, pasangan Indonesi kehilangan peluang kemudian tertinggal pada rentetan poin yang dimaksud memproduksi Jin/Lee melonjak hingga unggul 13-4.
Meski berupaya mengejar ketertinggalan, Devin/Faathir tiada mampu membendung dominasi lawan. Jin/Lee terus melindungi keunggulan serta menghentikan gim ketiga dengan kemenangan telak 21-10.
Hasil yang disebutkan menciptakan Devin/Faathir harus mengakui ketangguhan Jin Yong/Lee Jongmin dengan skor 21-18, 19-21, 10-21.
Kendati gagal meraih penghargaan juara, capaian runner-up berubah menjadi hasil positif bagi Devin/Faathir yang digunakan melaju ke final BWF Super 300 untuk pertama kalinya.















