Ibukota Indonesia – Menteri Pemuda serta Olahraga Erick Thohir menegaskan bahwa 21 cabang olahraga prioritas Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) wajib dipertandingkan pada PON dalam Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan juga DKI Ibukota sebagai penyangga.
“Tolong dipastikan cabang-cabang olahraga unggulan Nusantara yang digunakan sesuai dengan DBON (Desain Besar Olahraga Nasional) terbaru untuk 21 cabor wajib dipertandingkan,” kata Erick Thohir di konferensi pers pasca mengatur rapat konsolidasi dengan tiga gubernur pelopor PON 2028 di Jakarta, Selasa.
Ke-21 cabang DBON yang dimaksud merupakan cabang unggulan Olimpiade yaitu atletik, senam, akuatik, bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, panahan, sepak bola, menembak, judo, tinju, taekwondo, balap sepeda, voli pantai (2×2), bola basket (3×3).
Selain itu, cabang dayung (dayung kemudian kano), tenis anggar, gulat, equestrian, dan juga cabang world heritage yang tersebut merupakan olahraga milik bangsa Tanah Air yaitu pencak silat.
Menpora menjelaskan bahwa kementerian yang digunakan dipimpinnya ketika ini berada dalam menjalankan pemetaan ulang prestasi olahraga Nusantara menuju turnamen multi-cabang seperti SEA Games, Asian Games, lalu Olimpiade.
Oleh sebab itu, persiapan atlet untuk berprestasi pada bervariasi multi-cabang internasional itu, harus sejalan dengan kompetisi multi-cabang di level nasional yaitu PON.
Ia mengutarakan pihaknya akan menyelenggarakan perjumpaan dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk melakukan penyesuaian terhadap cabang-cabang olahraga yang tersebut dipertandingkan pada PON 2028, dengan tetap memprioritaskan cabang prioritas DBON.
Menpora berharap KONI dapat menegakkan aturan-aturan dengan baik pada penyelenggaraan PON, termasuk terkait cabang yang digunakan dipertandingkan maupun perpindahan atlet dari satu tempat ke area lain.
“Semua harus memiliki tolak ukur yang tersebut baik,” katanya.
Menpora mengutarakan bahwa pemerintah juga telah terjadi memutuskan bukan memulai pembangunan arena-arena baru untuk PON mendatang sebab mempertimbangkan penyelenggaraan anggaran yang harus efisien, sehingga ia berharap para gubernur pada wilayah pengurus PON melakukan perbaikan arena yang tersebut diperlukan.
Selanjutnya, pihaknya juga akan mengadakan rapat koordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Keuangan, serta Menteri Dalam Negeri, dan juga melaporkannya terhadap Menteri Koordinator Sektor Pembangunan Orang lalu Kebudayaan kami agar persiapan PON berjalan dengan baik lalu lancar sesuai harapan pemerintah lalu masyarakat.
Turut hadir pada konferensi pers tersebut, Wakil Menteri Pemuda serta Olahraga Taufik Hidayat, Pemuka Nusa Tenggara Barat Lalu Muhammad Iqbal, Pengelola Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, Pemuka DKI Ibukota Indonesia Pramono Anung, juga Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani.















