Ibukota – Petinju Luka Planic akan menguji juara planet sementara (interim) kelas super menengah (76,2kg) World Boxing Council (WBC) Lester Martinez untuk mempertahankan penghargaan serta rekor tak terkalahkannya.
“Pertarungan ini mempertemukan dua petinju profesional yang digunakan belum terkalahkan pada sebuah laga yang memiliki kemungkinan mempunyai implikasi signifikan di dalam divisi kelas menengah super WBC,” demikian pernyataan WBC di laman resminya yang tersebut dipantau ke Jakarta, Selasa.
Kedua petinju dijadwalkan naik ring dalam Galen Center, California, Amerika Serikat, pada 29 Agustus mendatang.
Martinez memasuki pertarungan dengan status juara pengganti WBC. Petinju selama Guatemala itu mengoleksi rekor 20 kemenangan, salah satunya 16 kemenangan melalui knockout (KO), dan juga satu hasil imbang, yang dimaksud menunjukkan dominasinya di melawan ring berkat kombinasi teknik bertarung juga kekuatan pukulan.
Petinju berusia 30 tahun itu merebut sabuk temporer WBC pada Maret 2026 setelahnya mengalahkan Immanuwel Aleem dengan kemenangan hitungan mutlak. Gelar yang dimaksud mengukuhkan posisinya sebagai salah satu petinju paling diperhitungkan di divisi 168 pon, sekaligus membuka potensi untuk menantang juara globus penuh WBC pada masa mendatang.
Menghadapi Planic berubah menjadi tantangan penting bagi Martinez untuk mempertahankan status tak terkalahkan sekaligus menguatkan posisinya pada persaingan menuju perebutan peringkat juara globus sejati. Kemenangan akan semakin mengukuhkan namanya sebagai salah satu penantang utama pada kelas super menengah.
Di kubu lawan, Planic juga datang dengan catatan impresif. Petinju jika Kroasia itu belum terkalahkan pada 13 pertarungan profesional dengan 10 kemenangan ke antaranya diraih melalui KO.
Persentase kemenangan KO yang tersebut besar mencerminkan kemampuan penyelesaiannya yang mana berbahaya dan juga menjadikannya lawan yang mana patut diwaspadai.
Planic mempunyai fondasi kuat dari karier amatir sebelum beralih ke tinju profesional. Ia kemudian sukses merebut peringkat WBC International kelas super menengah, yang membantunya menembus jajaran petinju elite dalam divisi yang dimaksud serta meningkatkan posisinya pada peringkat dunia.
Pertemuan Martinez lalu Planic diprediksi berlangsung sengit akibat keduanya sama-sama mengandalkan gaya bertarung agresif dan juga miliki daya pukul yang kuat.
Selain mempertaruhkan sabuk pengganti WBC, hasil laga ini juga berisiko mempengaruhi peta persaingan di dalam kelas super menengah serta menentukan siapa yang mana berada ke kedudukan terdepan untuk mendapatkan kesempatan bertarung berkompetisi merebut peringkat juara dunia.















