Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Juara sejati Claressa Shields turun kelas incar sabuk WBC Kaye Scott

Juara sejati Claressa Shields turun kelas incar sabuk WBC Kaye Scott

Ibukota Indonesia – Juara sejat kelas berat putri (76,2 kg) Claressa Shields turun ke kelas menengah (72,6) demi mengincar sabuk World Boxing Counci (WBC) milik Kaye Scott pada pertarungan dalam State Farm Arena, Atlanta, Amerika Serikat, 15 Agustus mendatang.

“Kaye Scott adalah individu juara, kemudian saya menghormati apa yang digunakan telah terjadi ia capai. Tetapi berubah menjadi juara lagi di dalam kelas 160 pon dimulai dengan mengalahkan yang mana terbaik,” kata Claressa Shields di laman resmi WBC yang digunakan dipantau di Jakarta, Jumat.

Claressa bukanlah petinju yang dimaksud setiap saat memilih jalan mudah. ​​Tepat di mana tampaknya tak ada lagi gunung yang harus didakinya, atlet Amerika yang digunakan luar biasa ini menemukan puncak baru.

Juara kelas berat sejati yang dimaksud memegang sabuk WBC, WBA, IBF, serta WBO itu akan turun kembali ke kelas menengah untuk menghadapi petinju Australia, Kaye Scott, yang tersebut pada saat ini menguasai kelas menengah putri WBC. Laga itu merupakan kesempatan emas bagi Claressa untuk lebih besar mengembangkan salah satu karier paling gemilang pada sejarah tinju.

Di luar sabuk WBC yang dimaksud bergengsi, pertarungan ini akan miliki makna budaya yang mana mendalam. Claressa akan mencetak sejarah dengan berubah menjadi wanita pertama yang tersebut berubah menjadi bintang utama acara tinju profesional pada State Farm Arena, sebuah tempat megah dengan kapasitas tambahan dari 16.000 yang mana telah dilakukan bermetamorfosis menjadi tuan rumah pertandingan NBA juga konser kelas dunia.

Bagi Claressa, kembali ke divisi 160 pon berarti kembali ke divisi tempat ia mengukuhkan sebagian besar legendanya. Penampilan terakhirnya ke kelas itu adalah pada Juni 2023, sewaktu ia mengalahkan Maricela Cornejo.

Sekarang, dengan rekor tak terkalahkan 18 kemenangan dengan tiga knockout (KO), petinju yang dimaksud disebut Wanita Terhebat Sepanjang Masa atau GWOAT itu akan berjuang merebut kembali dominasinya yang digunakan mutlak ke divisi tersebut.

“Pada titik ini pada karier saya, setiap pertarungan adalah tentang warisan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa keputusannya turun kelas adalah tentang mengupayakan batasan dari apa yang mana mungkin saja baginya, bagi tinju wanita, dan juga bagi generasi berikutnya. Langkah itu, kata dia, harus dimulai dengan menghadapi tantangan yang lebih tinggi sulit sehingga Scott adalah lawan yang mana tepat.

“Itu setiap saat berubah menjadi pola pikir saya; saya bukan mengejar pertarungan mudah, saya memilih pertarungan yang bermakna,” katanya.

Sementara itu, Kaye Scott akan datang sebagai juara bertahan, siap menantang segala rintangan. Petinju selama Sydney ini miliki rekor lima kemenangan, satu kekalahan, juga satu hasil imbang.

Meskipun pengalaman profesionalnya relatif sederhana, Scott merebut penghargaan juara globus pasca mengalahkan Olivia Curry Desember 2025, mengamankan kesempatan terbesar pada hidupnya. Di usia 42 tahun, petinju Australia ini tahu bahwa kemenangan melawan ratu tinju planet akan selamanya mengubah lanskap tinju di dalam negaranya.