Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Kemlu pastikan tangani PMI di Libya yang dimaksud minta pulang ke tanah air

Kemlu pastikan tangani PMI dalam Libya yang tersebut dimaksud minta pulang ke tanah air

Ibukota – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan sedang menangani perkara manusia pekerja migran Negara Indonesia (PMI) pada Libya non-prosedural yang dimaksud diduga merupakan individu yang terjebak langkah pidana perdagangan khalayak (TPPO) lalu pada waktu ini meminta-minta tolong dipulangkan ke Indonesia.

Disampaikan Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah, pihaknya bersatu KBRI Tripoli lekas berinteraksi serta memantau status PMI tersebut, diketahui berinisial AJ, yang tersebut ketika ini berada pada Benghazi, Libya timur.

“KBRI Tripoli telah terjadi melakukan konfirmasi ketika ini keadaan AJ di keadaan aman, sehat, kemudian tidaklah mengalami cedera atau luka,” kata Heni Hamidah merespons pertanyaan wartawan secara tertoreh pada Jakarta, Minggu.

Bersama pihak-pihak terkait satu di antaranya dengan AJ kemudian pihak majikan, KBRI Tripoli masih terus melakukan pendalaman untuk memperoleh deskripsi utuh mengenai kronologi kejadian hingga AJ memohonkan pulang ke tanah air.

Disampaikan Heni, berdasarkan penelusuran dengan agensi setempat, AJ sudah pernah bekerja dalam Benghazi sejak Maret 2025. Namun, jalur penempatan AJ diketahui tak sesuai prosedur oleh pihak sponsor.

“KBRI Tripoli akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait kemudian otoritas setempat untuk penanganan persoalan hukum ini,” kata Heni.

Ia pun kembali mengimbau rakyat yang digunakan berencana bekerja di luar negeri agar mematuhi ketentuan yang digunakan berlaku juga berangkat cuma melalui jalur-jalur prosedural yang dimaksud resmi demi melakukan konfirmasi terlindunginya hak-hak serta keselamatan PMI.

Adapun tindakan hukum yang disebutkan mengemuka pasca informasi masalah AJ muncul pada media sosial pada 26 Juni, ke mana sebuah video yang beredar memperlihatkan AJ menangis mengajukan permohonan tolong agar sanggup pulang ke Indonesia usai mendapat perlakuan tak menyenangkan kemudian dipaksa bekerja tanpa istirahat sebagai asisten rumah tangga di dalam Benghazi, Libya.

Dalam video tersebut, PMI yang diketahui berasal dari Cianjur, Jawa Barat, yang dimaksud secara khusus mengatakan nama Presiden Prabowo Subianto lalu Kepala daerah Jawa Barat Dedi Mulyadi kemudian memohonkan tolong terhadap mereka itu “sebagai panutan masyarakat”.