Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Iran luncurkan rudal juga drone serang pangkalan Amerika Serikat pada Yordania, Kuwait

Iran luncurkan rudal juga drone serang pangkalan Amerika Serikat pada Yordania, Kuwait

Teheran – Korps Garda Revolusi Islami (IRGC) Iran mengumumkan bahwa Angkatan Atmosfer telah dilakukan melakukan serangan besar juga berturut-turut dengan meluncurkan rudal serta pesawat nirawak (drone) terhadap hanggar pesawat tempur juga landasan pacu pangkalan udara Amerika Serikat di Al Azraq, Yordania, serta pangkalan ke Kuwait.

Dalam pernyataan pers nomor 29 pada Sabtu, IRGC menyatakan sebagai balasan melawan serangan Negeri Paman Sam pada Hari Jumat waktu malam (17/7), Angkatan Udara Bebas meluncurkan gelombang ke-20 Operasi Nasr-2 (Kemenangan 2), menyerang hanggar pesawat tempur kemudian landasan pacu Pangkalan Udara Bebas Al Azraq di Yordania, sehingga menyebabkan dua pesawat tempur serta tiga pesawat Negeri Paman Sam hancur juga menyebabkan kecacatan infrastruktur lainnya.

IRGC menuding bahwa militer Amerika Serikat bertanggung jawab berhadapan dengan kematian beberapa warga sipil akibat serangan untuk beberapa rumah sakit, jembatan, jalur kereta api, pelabuhan, kemudian bandara.

Mereka mengemukakan Amerika Serikat berupaya menutupi kegagalannya dengan melakukan serangan segera terhadap angkatan bersenjata Iran.

Iran menambahkan harapannya agar rakyat kemudian pasukan bersenjata Yordania melakukan aksi akibat pasukan militer asing telah lama menyerang tanah Islam.

Sebelumnya, Angkatan Darat Iran juga telah dilakukan melakukan serangan drone untuk pangkalan militer ke Kuwait.

Sebagai aksi balasan Iran, drone “kamikaze” menyerang gudang amunisi pada Camp Buehring, sebelumnya bernama Camp Udairi, dengan menyasar prasarana strategis, pusat komando, gudang logistik, serta sistem pertahanan AS.

Camp Buehring berfungsi sebagai hub reorganisasi tempur juga dukungan utama pasukan AS. Selain itu, Pangkalan Udara Bebas Ali Al Salem juga berfungsi sebagai sarana logistik utama serta pusat koordinasi bagi operasi udara Amerika Serikat di Teluk Persia.

Selain itu, Angkatan Laut Iran meluncurkan rudal jelajah darat ke laut untuk menyerang kapal musuh ke Samudera India utara.

Peluncuran rudal jelajah diharapkan memaksa kapal mundur pada luar jangkauan pasukan Iran.