DKI Jakarta – Pelatih kepala pasukan tinju Negara Indonesia Husni Ray menyebutkan tim asuhannya yang mana akan bersaing pada Kejuaraan Tinju U19 juga U23 Asia 2026 didominasi petinju-petinju yang dimaksud menjalani debut di panggung internasional.
“Sebagian besar petinju kami belum pernah merasakan atmosfer internasional. Yang telah punya pengalaman internasional itu ya seperti Mars de Volta, Pangeran L Lani, Henky,” kata Husni Ray pada saat dikonfirmasi ke Jakarta, Kamis.
Pada perlombaan yang mana akan berlangsung dalam Ibukota pada 3-16 Juli, grup Nusantara menurunkan banyaknya 19 petinju putra lalu putri yang mana bersaing di kategori U19 dan juga U23.
Kategori U19 diperkuat oleh 10 petinju yaitu Anugrah Sandy (kelas 50kg), Pangeran F Lani (kelas 55kg), Joshua Lahindo (kelas 60kg), Victor Wengkang (kelas 65kg), M Rayhan A (kelas 75 kg), Irnanda Firnanda (kelas 85kg), Nouval (kelas 90kg), Anggie Chalik (kelas 48kg), Fani Afnani (kelas 51kg), Dira Arrika (kelas 57kg)
Sedangkan, sembilan petinju lainnya bersaing di kategori U23 yaitu Linda Sari (kelas 48kg), Marion (kelas 54kg), Nurul Izzah (kelas 57kg), Maria Manguntu (kelas 65kg), Fredrik Ampage (kelas 50kg), Mars de Volta (kelas 60kg), Laskar Putra (kelas 65kg), Radiyansya (kelas 70kg), kemudian Riko Prayogi (kelas 85kg).
Husni menjelaskan, meskipun sebagian besar petinju dari pasukan Nusantara datang ke turnamen tanpa pengalaman internasional, merek telah dipersiapkan secara maksimal, termasuk menjalani pemusatan latihan lalu uji tanding dalam Vietnam.
Para petinju, kata dia, menjalani latihan intensif dengan disiplin tinggi di bawah pengawasan regu instruktur yang digunakan dibentuk Pengurus Besar Tinju Nusantara (Perbati), termasuk melibatkan dari Thailand.
Hunsi mengemukakan bahwa meskipun para atlet tidak ada diberikan target medali apapun di perlombaan mendatang, namun merekan ke arahkan untuk mengeluarkan semua kemampuan terbaik.
Ia mengatakan, kompetisi Asian Boxing yang dimaksud baru pertama kali diselenggarakan di Indonesi itu bermetamorfosis menjadi peluang penting bagi para atlet nasional untuk menambah pengalaman atau jam terbang untuk menghadapi persaingan selanjutnya.
Ke depan, kata dia, masih ada beraneka event multi cabang yang mana dihadapi seperti SEA Games 2027 hingga pra-Olimpiade, sehingga atlet-atlet yang tersebut menunjukkan peluang pada turnamen itu, sanggup diikutkan di pemusatan latihan jangka panjang.














