Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Cahya Supriadi bertekad bawa Indonesia juara AFF pertamanya

Cahya Supriadi bertekad bawa Negara Indonesia juara AFF pertamanya

Ibukota Indonesia – Kiper timnas Tanah Air Cahya Supriadi bertekad menghadirkan regu Garuda menjuarai Piala AFF untuk pertama kalinya pasca pertandingan yang tahun ini bernama ASEAN Hyundai Cup itu akan dilakukan mulai 24 Juli mendatang.

Indonesia tergabung di Grup A dengan Vietnam, Kamboja, Singapura, lalu Timor Leste.

“Target kami adalah meraih gelar kejuaraan juara untuk pertama kalinya bagi Indonesia,” kata Cahya pada acara Water Break yang digunakan dilakukan PSSI Pers di dalam kawasan SCDB, Ibukota Selatan, Jumat.

Indonesia akan memainkan Piala AFF ke-16-nya sejak kejuaraan ini dijalankan pada 1996 di dalam Singapura. Dari 15 partisipasi sebelumnya, Negara Indonesia enam kali masuk final, namun semuanya berakhir dengan kekalahan.

Cahya sendiri telah mengikuti pertandingan ini satu kali pada 2024 ketika Indonesia yang tersebut masih dipimpin Shin Tae-yong menurunkan peman-pemain muda.

Waktu itu, Cahya bermain tiga kali pada saat Indonesia terganggu lebih lanjut awal sebab tak sanggup menyeberangi persaingan dengan Myanmar, Laos, Vietnam, juga Filipina ke Grup B.

“Situasinya tentu berbeda melebihi 2024. Saat itu mayoritas pemain masih U-23. Kami kalah satu-nol dari Vietnam ke markas dia dan juga merasakan bagaimana tekanan bermain dalam level senior,” kata pemain berusia 23 tahun yang dimaksud baru hanya menambah masa berlaku kontraknya dengan PSIM itu.

“Semoga dengan komposisi grup sekarang kami bisa saja memberikan hasil terbaik kemudian membanggakan Indonesia,” tambah dia.

Cahya mungkin saja berpeluang dimainkan lagi ke regu senior pada Piala AFF 2026, mengingat instruktur John Herdman memutuskan untuk menghadirkan mayoritas atlet yang dimaksud bermain ke di negeri.

Hal ini juga didukung oleh menit bermainnya musim berikutnya bersatu Laskar Mataram yang digunakan selalu bermetamorfosis menjadi pilihan utama di dalam bawah mistar gawang sampai hanya sekali absen dua kali dari total 34 pertandingan Super League.

Penampilannya musim berikutnya dihadiahi panggilan masuk skuad Negara Indonesia untuk dua laga FIFA Match Day bertarung dengan Oman juga Mozambik.

Meski tak bermain, kata Cahya, kesempatan itu dimanfaatnya dengan baik. Apalagi, ia berada satu pasukan dengan dua kiper yang digunakan bermain ke Eropa, Maarten Paes (Ajax Amsterdam) lalu Emil Audero (Cremonese).

“Mereka banyak memberi masukan ketika saya melakukan aksi yang dimaksud kurang tepat. Mereka akan mengoreksi juga menunjukkan cara yang tersebut benar,” ucap Cahya.

“Selain itu dia juga selalu menyatakan agar saya permanen bekerja keras juga percaya pada kemampuan sendiri. Mereka yakin saya sanggup berubah menjadi lebih banyak baik lagi,” lanjut dia.