Ibukota Indonesia – PSSI Pers menyelenggarakan forum diskusi Water Break di dalam kawasan SCBD, Ibukota Selatan, Jumat, pada rangka menyambut ASEAN Hyundai Cup 2026 guna menyamakan visi menuju target juara kejuaraan yang mana dulu bernama Piala AFF itu.
Forum yang tersebut mempertemukan unsur federasi, pemain timnas Indonesia, dan juga pengamat sepak bola ini bermetamorfosis menjadi wadah untuk mendiskusikan kesiapan grup Garuda sekaligus mendirikan optimisme bersatu di menyongsong target meraih trofi AFF pertama.
“Sampai pada waktu ini negara kita belum pernah merasakan indahnya euforia berubah jadi juara Piala AFF di dalam level senior. Karena itu, menurut saya kesempatan tahun 2026 ini sangat tepat,” kata Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji di acara itu pada Jumat.
Sumardji mengungkapkan Garuda akan melakukan pemusatan latihan di Bali mulai Akhir Pekan (5/7) guna mendapatkan pemain terbaik untuk turnamen dua tahunan tersebut.
Sumardji mengkaji perjuangan di Piala AFF tidak cuma ditentukan kualitas teknik pemain, tetapi juga kesiapan fisik lalu mental. Ia optimistis Negara Indonesia bersaing apabila seluruh rute persiapan berjalan sesuai rencana.
“Saya optimistis pada Piala AFF 2026 nanti kita dapat meraih apa yang berubah menjadi cita-cita, keinginan, lalu harapan seluruh warga Indonesia,” imbuh dia.
Optimisme mirip disampaikan penjaga gawang timnas Indonesia, Cahya Supriadi.
Ia memaparkan seluruh pemain menyadari target besar yang mana diusung sehingga siap menjalani inisiatif latihan dengan intensitas tinggi demi menyebabkan Skuad Garuda meraih peringkat juara AFF pertama.
“Kami bertekad untuk meraih gelar kejuaraan juara. Karena itu, kami akan menjalani seluruh kegiatan latihan yang tersebut sudah ada disiapkan oleh (pelatih timnas Indonesia) coach John (Herdman) kemudian berupaya melaksanakan setiap menu latihan dengan maksimal,” tutur Cahya.
Gelandang Rayhan Hannan mengatakan Herdman telah dilakukan menanamkan target juara sejak awal merumuskan peta jalan perjalanan skuad Garuda. Baginya, hal yang disebutkan berubah menjadi motivasi tambahan bagi seluruh pemain untuk mengejar prestasi.
“Targetnya adalah berubah menjadi juara Piala AFF, kemudian melanjutkannya di dalam FIFA ASEAN Cup, serta selanjutnya mencapai target pada Piala Asia. Roadmap yang disebutkan secara bukan secara langsung memberikan motivasi yang mana lebih tinggi besar untuk seluruh pemain,” tegas Hannan.
Sementara itu, pengamat sepak bola, Marco Tampubolon, menyimpulkan Piala AFF masih memiliki nilai historis serta prestise besar bagi sepak bola nasional, walau berbagai pihak menganggap remeh pertandingan ini.
Menurutnya, status Indonesia yang dimaksud enam kali berubah menjadi finalis tanpa pernah berubah menjadi juara justru menimbulkan kejuaraan ini semakin penting.
“Sebuah kelompok nasional pada akhirnya akan dinilai dari trofi yang berhasil diraih. Apa pun kompetisi yang digunakan dihadiri oleh akan berubah menjadi bagian dari sejarah sebuah kelompok nasional. Semoga pada 2026 ini Tanah Air akhirnya bisa jadi meraih peringkat Piala AFF pertama yang tersebut telah lama kita nantikan,” ucap Marco.















