Ibukota Indonesia – Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji memaparkan mental berubah menjadi unsur utama Indonesi belum mampu menjuarai Piala AFF, yang dimaksud tahun ini berganti nama dengan ASEAN Hyundai Cup (Piala ASEAN).
“Kalau kita ingin meraih kemenangan suatu peperangan, maka yang tersebut harus kita persiapkan adalah segala sesuatu yang digunakan memang benar sanggup kita meraih kemenangan peperangan itu,” kata Sumardji pasca acara Water Break yang tersebut diselenggarakan PSSI Pers pada DKI Jakarta Selatan, Jumat.
“Kalau ditanya evaluasinya, cukup berbagai evaluasinya. Salah satu evaluasi yang utama adalah bagaimana memulai pembangunan karakter mental para pemain kita,” tambah dia.
Yang juga harus dibenahi timnas Nusantara adalah fisik dan skill yang sama-sama aspek mental akan berubah jadi perhatian utama agar Indonesia tak kembali gagal berubah jadi juara.
“Maka kali ini coba, ya, dari evaluasi yang mana cukup panjang itu nanti kita combine jadi satu, kita jadikan suatu kekuatan yang sanggup meraih kemenangan suatu peperangan,” kata Sumardji.
Piala AFF 2026 akan dijalankan mulai 24 Juli sampai 26 Agustus, menggunakan sistem round-robin pada fase grup. Kesepuluh regu dibagi berubah menjadi dua grup dan juga setiap tim memainkan dua laga stadion juga dua laga tandang.
Dua grup teratas dari setiap grup melaju ke fase gugur yang digunakan memainkan sistem dua seri pada semifinal dan juga final.
Indonesia tergabung pada Grup A sama-sama Vietnam, Kamboja, Singapura, lalu Timor Leste.
Garuda akan menggunakan Stadion Pakansari, Bogor, sebagai stadion fase grup dan juga akan menjamu Kamboja pada 27 Juli dan juga Vietnam pada 3 Agustus. Dua laga lain akan dilakukan di domicile lawan, bertarung dengan Timor Leste pada 31 Juli kemudian Singapura pada 7 Agustus.
Apabila lolos dari putaran grup, Tanah Air akan menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno, DKI Jakarta sampai fase final.
“Coach John warga yang mana detail, saya kasih tahu saja, warga yang mana sangat detail. Sehingga kalau ada sesuatu yang dimaksud kurang, ya secara otomatis itu kami menganggap, ‘Oh ini atensi khusus harus segera diadakan gitu’. Jadi kalau ditanya apa persiapan khusus? Ya semuanya dianggap khusus gitu, ya,” tegas Sumardji.















