Wilayah Moskow – Sedikitnya delapan penduduk ke Mumbai, India, tewas akibat hujan monsun dengan rekor curah hujan yang tersebut membuat runtuhnya bangunan bertingkat, tumbangnya berbagai pohon, lalu banjir parah ke seluruh kota, menurut laporan media India pada Senin.
Enam orang, di antaranya lima anak, tewas di mana sebuah bangunan empat lantai ambruk dan juga menimpa gubuk di dalam sekitarnya di kawasan Mankhurd pada Hari Minggu malam, seperti dilaporkan The Times of India. Empat pada antaranya merupakan satu keluarga.
Tim penyelamat masih membersihkan puing-puing dalam area kejadian dikarenakan dikhawatirkan masih ada korban yang mana mengalami masalah di bawah reruntuhan.
Dua korban lainnya, orang pengendara kendaraan beroda dua motor berusia 18 tahun lalu pribadi penjaga toko berusia 63 tahun, tewas setelahnya tertimpa ranting pohon pada area berbeda.
Sebanyak 203 insiden pohon tumbang dilaporkan berjalan dalam Mumbai di 24 jam terakhir.
Hujan yang dimaksud mencatatkan rekor curah hujan tertinggi di 50 tahun terakhir. Curah hujan sebesar 265,6 mm yang mana mengguyur Mumbai selatan pada 24 jam merupakan yang mana tertinggi untuk bulan Juli pada setengah abad.
Sementara itu, kecepatan angin ke sebagian wilayah mencapai 70–75 kilometer per jam, mengganggu operasional bandara internasional. Landasan pacu sempat ditutup selama satu jam, empat penerbangan dibatalkan, 13 penerbangan kedatangan dialihkan, juga hampir 90 persen keberangkatan mengalami penundaan.
Meteorolog mengeluarkan peringatan serius oranye untuk Senin, dengan prakiraan hujan lebat masih akan berlanjut.
Menyikapi keadaan tersebut, otoritas setempat juga menetapkan libur sekolah serta perguruan besar di dalam seluruh wilayah.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti



