Wilayah Bekasi – Tuan rumah Jawa Barat berhasil mengundurkan diri dari sebagai juara umum Kejuaraan Nasional Squash 2026 selepas mengoleksi 11 medali emas, lima perak, kemudian 15 perunggu pada event yang digunakan berlangsung ke GOR Wibawa Mukti, Wilayah Bekasi, Jawa Barat, 7-11 Juli 2026.
“Peringkat kedua ditempati DKI Jakarta, disusul Kalimantan Timur di urutan ketiga,” kata Ketua Pelaksana Kejurnas Squash 2026 Endang Suranata ke Cikarang, Minggu.
Jakarta mengemas dua medali emas, tujuh perak, juga 12 perunggu, sedangkan Kalimantan Timur meraih satu emas, satu perak, lalu tiga perunggu.
Sedikitnya 162 atlet ambil bagian di perlombaan tersebut, yang tersebut memperlombakan beraneka nomor perorangan putra lalu putri dalam beragam kelompok usia mulai dari U9, U11, U15, U17, U19, U23, hingga senior.
Endang mengucapkan terima kasih untuk seluruh pemangku kepentingan terkait mulai dari Pengurus Besar Persatuan Squash Negara Indonesia (PB PSI), KONI Pusat, Kemenpora, KOI, pemerintahan Kota Bekasi hingga para mitra kemudian sponsor berhadapan dengan dukungannya sehingga turnamen ini berlangsung sukses.
“Sukses penyelenggaraan kemarin tidak ada terlepas dari kontribusi besar pemerintahan Wilayah Bekasi yang mana sudah pernah menghadirkan prasarana berstandar internasional, GOR Squash Wibawa Mukti sebagai venue Kejurnas bahkan pada dua tahun terakhir secara berturut-turut,” katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan juga Olahraga Wilayah Bekasi Iman Nugraha mengapresiasi PB PSI berhadapan dengan kepercayaan menunjuk kembali daerahnya sebagai tuan rumah turnamen bergengsi olahraga squash ke tanah air itu.
Pihaknya berjanji untuk terus memperkuat kemajuan olahraga squash pada Negara Indonesia melalui pembinaan maupun peningkatan kapasitas sarana dan juga prasarana agar mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi hingga tingkat internasional.
Menurut beliau keberadaan GOR Squash Wibawa Mukti berubah menjadi modal penting memulai pembangunan habitat pembinaan atlet secara berkelanjutan. Arena ini dipastikan terus-menerus siap apabila kembali dipercaya berubah menjadi tuan rumah event kompetisi untuk level nasional maupun internasional.
“Penyelenggaraan event-event besar akan berubah jadi bagian penting pada meningkatkan prestasi atlet sekaligus menguatkan kedudukan Kota Bekasi sebagai salah satu episentrum pengembangan olahraga squash pada Indonesia,” ucapnya.
Wakil Ketua Area Pembinaan Prestasi KONI Kolonel Kes (Purn.) Irfan Bachtiar turut mengapresiasi Kejurnas Squash 2026 di dalam Wilayah Bekasi baik dari aspek pembinaan maupun penyelenggaraan yang digunakan mencakup kelayakan juga kualitas arena pertandingan.
“Venue Squash Wibawa Mukti mempunyai kualitas yang mana sangat baik juga layak berubah jadi lokasi penyelenggaraan turnamen tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Ia mengkaji Kejurnas menjadi kesempatan penting untuk memperluas pembinaan olahraga squash dalam Indonesia, terlebih kontingen wilayah berikut atlet partisipan yang digunakan mengikuti turnamen yang dimaksud masih terbilang minim walaupun cabang olahraga ini juga tergolong baru digemari masyarakat.
“Kita miliki sarana pertandingan yang digunakan sangat representatif. Sekarang tantangannya adalah bagaimana memperluas pembinaan sehingga semakin berbagai provinsi yang digunakan mengambil bagian berkompetisi dan juga sejumlah melahirkan atlet berkualitas,” kata dia.















