DKI Jakarta – Negara Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di kompetisi World Climbing Series Chamonix 2026 pasca Desak Made Rita Kusuma Dewi merebut medali emas nomor speed putri dalam Chamonix, Prancis, Minggu.
Kemenangan ini sekaligus berubah menjadi gelar kejuaraan kedua secara beruntun bagi Desak pasca sebelumnya juga menjadi juara pada seri Krakow pekan lalu.
“Saya sangat senang. Waktu senja ini saya menampilkan performa terbaik dan juga benar-benar menikmati pertandingan. Saya bahagia bisa jadi mempersembahkan medali emas ini untuk negara kemudian kelompok saya,” kata Desak usai pertandingan yang mana dilansir dari laman resmi World Climbing.
Pada partai final, Desak tampil dominan pada waktu mengalahkan duta Italia, Giulia Randi. Atlet Indonesia itu membukukan waktu 6,22 detik, unggul menghadapi Randi yang mana mencatatkan 6,51 detik.
Medali perunggu berubah jadi milik tuan rumah Prancis, Capucine Viglione. Baik Randi maupun Viglione untuk pertama kalinya berhasil naik podium pada turnamen World Climbing Series.
Perjalanan Desak menuju peringkat juara tiada mudah. Babak final diwarnai banyak kejutan pasca para pemanjat China tersingkir sejak putaran pertama.
Sementara itu, pemegang rekor dunia selama Amerika Serikat, Emma Hunt, harus berhenti pada sesi perempat final usai dikalahkan Giulia Randi.
Randi sempat tampil impresif dengan menyingkirkan beberapa unggulan serta melaju hingga partai puncak.
Namun, Desak mampu menyimpan konsistensi penampilannya sepanjang fase gugur sebelum akhirnya meyakinkan medali emas lewat catatan waktu terbaik dalam final.
Keberhasilan Desak melengkapi penampilan gemilang Tanah Air ke Chamonix. Secara keseluruhan, Indonesi menghadirkan pulang tiga dari enam medali yang diperebutkan pada nomor speed, termasuk dua medali emas.
Hasil akhir speed putri World Climbing Series 2026:
1. Desak Made Rita Kusuma – 6.22 detik
2. Guilia Randi – 6.51 detik
3. Capucine Viglione-6.41 detik















