New Delhi – pemerintahan India sudah memerintahkan pemilik kapal, pengelola kapal, serta perusahaan perekrutan untuk menyavoid penempatan pelaut negara itu pada kapal-kapal yang dimaksud melakukan pelayaran melalui Selat Hormuz.
Perintah itu dikeluarkan pada Rabu (15/7) waktu malam waktu setempat oleh Direktorat Jenderal Perkapalan, selaku otoritas maritim tertinggi ke India.
Menurut perintah tersebut, insiden-insiden belakangan ini yang tersebut melibatkan penyerangan terhadap kapal dagang meningkatkan risiko yang mana dihadapi para pelaut kemudian kapal komersial yang dimaksud melintasi area terdampak konflik secara signifikan.
Pertempuran yang dimaksud kembali memanas antara Amerika Serikat dan juga Iran memperuncing ketegangan pada Timur Tengah, khususnya pada Selat Hormuz.
Dalam tiga hari terakhir, dua pelaut India tewas dan juga beberapa lainnya terluka di serangan terhadap kapal-kapal di dalam kawasan tersebut.













