Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Adaptasi ombak jadi kunci potensi timnas surfing pada Asian Games 2026

Adaptasi ombak jadi kunci peluang timnas surfing pada Asian Games 2026

Ibukota -Pelatih pasukan nasional selancar Indonesi Dylan Amar mengungkapkan adaptasi terhadap karakter ombak di dalam Negeri Matahari Terbit berubah menjadi salah satu aspek penting untuk menggalang penampilan atlet pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Menurut Dylan, keadaan ombak akan berubah menjadi tantangan utama bagi para peselancar Indonesi sehingga ketika ini latihan dikerjakan di sebagian pantai di dalam Bali yang dinilai miliki karakter mirip dengan arena perlombaan pada Jepang.

“Karena di surfing ombak sangat menentukan, persiapan untuk latihan kita menggunakan lapangan yang mana seperti pada Jepang, yaitu Kuta, Legian, kemudian Canggu. Karena kemiripan kontur dasarnya,” kata Dylan pada waktu dikonfirmasi dari Jakarta, Jumat.

Selain latihan teknik pada laut, para atlet juga menjalani kegiatan penguatan fisik secara rutin. Dylan mengutarakan latihan di laut dilaksanakan lima kali di sepekan untuk menganalisa karakter ombak sekaligus mengimplementasikan penerapan strategi.

Sementara, latihan di pusat kebugaran berlangsung tiga kali seminggu untuk melatih kekuatan fisik kemudian fleksibilitas gerakan.

Indonesia rencananya menurunkan empat atlet pada cabang olahraga selancar, masing-masing dua putra juga dua putri.

Menurut Dylan, atlet Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara lain, salah satunya Jepang. Namun, status Negeri Sakura sebagai tuan rumah memberikan keuntungan akibat lebih banyak menyadari karakter ombak ke tempat kejadian pertandingan.

“Secara ke menghadapi kertas skill kita sama, maksudnya Negeri Sakura juga Negara Indonesia ini sama. Karena beberapa kali kita telah kalahkan Jepang, seperti dalam Maldives kita kalahkan Jepang. Di India kemarin kita kalahkan Jepang,” kata Dilan.

“Jadi memang benar keuntungan dia, beliau paham dengan pantai dia. Karena merek sudah ada latihan terus. Itu cuma yang digunakan tantangan kita untuk berjuang melawan tuan rumah.”

Oleh sebab itu, ia berharap pasukan Nusantara dapat diberangkatkan lebih besar awal ke Negeri Sakura agar miliki waktu untuk mempelajari karakter ombak ke arena perlombaan, lalu memprediksi keadaan cuaca serta angin pada waktu turnamen berlangsung.

“Makanya persiapan kita kalau bisa jadi dapat lebih besar panjang ke Negeri Matahari Terbit itu akan menguntungkan kita. Untuk mempelajari karakter ombak di dalam sana,” ujar Dilan.

Sementara itu, pada kunjungannya ke pelatnas grup surfing Indonesia dalam Bali, Kamis (16/7), Chef de Mission (CdM) Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Todotua Pasaribu menyatakan akan mengupayakan permintaan grup selancar yang dimaksud agar atlet dapat tampil maksimal.

“Kita akan mengusahakan itu, oleh sebab itu memang sebenarnya harapannya kita mau juga para atlet yang digunakan apa namanya, yang tersebut akan berjuang itu memang benar benar-benar sanggup seoptimal mungkin, kalau memang benar dimungkinkan merek dapat beberapa hari datang lebih banyak awal, sehingga mereka sanggup beradaptasi,” ujar Todotua.