DKI Jakarta – Polisi menyelidiki persoalan hukum penembakan terhadap seseorang pengemudi ojek yang digunakan berlangsung ketika ia berupaya menghalangi tindakan pencurian sepeda gowes motor (curanmor) di dalam kawasan Matraman, DKI Jakarta Timur (Jaktim).
“Sementara serangkaian masih di penyelidikan terkait tindakan hukum penembakan,” kata Kapolsek Matraman AKP Suripno pada waktu dihubungi ANTARA pada Jakarta, Senin.
Dia menyebutkan pihaknya sudah ada menerima laporan terkait percobaan pencurian kendaraan beroda dua motor lalu penembakan tersebut.
“Penyelidikan untuk mengungkap identitas juga keberadaan pelaku. Yang jelas, warga yang tersebut menghalangi percobaan curanmor kena tembak,” jelas Suripno.
Selain itu, beliau memaparkan pihaknya sudah ada melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menghimpun barang bukti kemudian mengetahui kronologi tambahan lengkap.
Kemudian, Polsek Matraman juga sudah memeriksa banyak saksi yang tersebut berada ke posisi maupun yang digunakan mengetahui perkembangan tersebut.
“Olah TKP sudah ada dilakukan, juga dua saksi pendukung juga telah terjadi kami periksa, demikian sementara rute masih lidik,” ucap Suripno.
Sebelumnya, saksi mata bernama Evi (57) mengutarakan pada waktu itu, individu yang terjebak sedang mengawaitu penumpang yang mana membeli obat, lalu situasi Jalan Palmeriam, Matraman, cukup ramai.
“Jadi, (korban) ngalang-ngalangin itu motor malingnya. Pas telah dihalangi, dengan segera bunyi, ‘dor’ tembakan tuh. Saya secara langsung bilang, Lah, ditembak, ditembak,” kata Evi di dalam Jakarta, Senin.
Evi mengaku mendengar teriakan “maling” dari arah Pasar Palmeriam sebelum penembakan terjadi. Selain itu, ia juga meninjau sekitar 10 warga tambahan mengejar dua terduga pelaku tersebut.
Korban sempat terbaring dalam posisi akibat luka tembak pada bagian paha sehingga mengeluarkan sejumlah darah.
“Tadinya bukan jatuh tuh. Pas saya teriak, ‘berdarah itu, darah, darah, darah’ saya gitu, langsung, jatuh itu khalayak (tidak mati), dengan segera dibawa puskesmas dulu tapi tak diterima, dibawa ke rumah sakit,” terang Evi.
Menurut Evi, pelaku menembakkan senjatanya ke arah korban pada waktu mengendarai kendaraan beroda dua motor, kemudian melarikan diri ke arah Jalan Matraman Raya.
“Pakai masker dua pelaku itu. Orang-orang juga lihat, cuma bukan berani sebab dengar tembakan. Saya hanya dengan segera lari, takut,” ucap Evi.















