Real Sociedad – Atlético Madrid berakhir 0-3. Laga berjalan sangat alot dan peluang besar sangat minim, tetapi berkat penalti yang sukses dikonversi serta gol telat, tim asuhan Diego Simeone pada akhirnya keluar sebagai pemenang.
Atléti setelah empat pertandingan kini berada di peringkat ketujuh. Mereka menang atas Malaga CF (2-0), kemudian bermain imbang melawan Villareal (2-2), menang atas Sevilla (1-3), dan setelah itu kalah dari Athletic Bilbao (3-0).
Dibandingkan duel Liga Champions melawan Liverpool (kalah 2-1), pelatih Diego Simeone melakukan sejumlah perubahan untuk laga LaLiga ini. Julian Alvarez, Koke, dan Pablo Barrios dicadangkan. Morten Hjulmand, Álex Grimaldo, dan Ademola Lookman kali ini tampil sebagai starter.
Sepanjang babak pertama tidak ada gol yang tercipta. Kedua tim tidak mendapatkan peluang besar dan penguasaan bola juga cukup seimbang. Meski begitu, jumlah peluang tetap minim dan hanya satu tembakan yang mengarah ke gawang. Sergio Gómez memaksa kiper Jan Oblak melakukan penyelamatan.
Gambaran pertandingan tidak berubah ketika kedua tim keluar dari ruang ganti. Serangan Sociedad maupun Atlético kerap sudah dihentikan sebelum memasuki area 16 meter lawan, sehingga peluang masih belum juga datang.
Kedua tim nyaris tidak mampu menciptakan peluang melalui tengah dan karena itu lebih sering menyerang lewat sayap. Dengan umpan silang, mereka mencoba memecah kebuntuan. Sebuah umpan silang tim tamu dari Madrid disundul ke belakang dan kemudian mengenai lengan Job Ochieng, setelah itu wasit memberikan penalti kepada Atlético. Grimaldo dengan tenang membawa tim Madrid unggul dari titik putih di San Sebastián.
Jonathan David menggandakan keunggulan. Setelah sebuah slalom indah menembus lini pertahanan Real Sociedad, penyerang Kanada itu tetap tenang dan menyelesaikannya dengan baik: 0-2. Giuliano Simeone pada menit ke-95 memberikan pukulan penutup melalui serangan balik: 0-3. Berkat kemenangan ini, klub asal ibu kota Spanyol itu naik ke peringkat keempat.










