Paris Saint-Germain akhirnya meraih kemenangan pertama mereka di Ligue 1 musim ini, dengan mengatasi Brest 1-0 pada Minggu. Ferran Torres melanjutkan performa impresifnya dengan mencetak gol penentu dalam lima menit pertama, menuntaskan sebuah pergerakan brilian yang melibatkan Ousmane Dembele. Meski meraih hasil positif, pelatih Luis Enrique menegaskan skuadnya harus menunjukkan otoritas yang lebih besar di lapangan.
Gol cepat memastikan raihan poin penuh
Paris Saint-Germain mengakhiri kesulitan mereka di kompetisi domestik saat Torres mencetak gol hanya lima menit setelah laga dimulai pada Minggu. Penyerang itu memaksimalkan umpan-umpan cepat antara Joao Neves dan Dembele, lalu melepaskan tembakan rendah yang bersarang ke gawang melewati kiper.
Torres kini telah mencetak enam gol dalam lima penampilan pertamanya untuk klub. Enrique mengatakan: “Saya sangat menyukai koneksi antara Ferran Torres dan Ousmane Dembele.” Namun, sang pelatih menuntut kontrol permainan yang lebih baik secara keseluruhan: “Kami meraih tiga poin jadi kami senang, tetapi kami masih perlu berkembang. Pada beberapa momen ketika kami tidak menguasai bola, lawan merepotkan kami. Kami harus bermain dengan otoritas yang lebih besar.”

Dembele buka-bukaan soal etos kerjanya
Setelah kemenangan krusial itu, Dembele merefleksikan perkembangan pribadinya dan kemitraannya yang kian solid dengan striker Spanyol tersebut. Memuji Torres, ia mengatakan: “Saya bermain bersamanya selama satu setengah tahun di Barcelona. Dia pemain fantastis dan nomor sembilan yang brilian. Dia selalu ada di sana setiap kali Anda membutuhkannya.”
Dembele juga membahas perjalanan kariernya, dengan menyatakan: “Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya tidak pernah menjadi ‘yang terpilih’. Saya harus bekerja sangat keras. Tahun lalu, saya mendapatkan ganjarannya. Tahun ini? Kita lihat saja, saya santai. Saya selalu berada di belakang kelas, bekerja keras. Sepanjang seluruh karier saya, saya tidak pernah mengatakan sepatah kata pun. Saya hanya bekerja.”
Kekhawatiran cedera dan drama di akhir laga
Meski Paris Saint-Germain merayakan kemenangan tersebut, mereka mendapat kemunduran ketika Achraf Hakimi meninggalkan lapangan karena cedera otot pada menit ke-38 dan digantikan oleh Fabian Ruiz. Pada babak kedua, Brest menekan keras untuk menyamakan kedudukan. Kamory Doumbia membentur tiang gawang dan kemudian sundulan kerasnya ditepis oleh Matvey Safonov.
PSG juga sempat memiliki gol kedua yang dianulir setelah pelanggaran Warren Zaire-Emery menggagalkan gol bunuh diri Bradley Locko. Safonov kembali terbukti krusial pada menit ke-88, melakukan penyelamatan penentu saat menghadapi Pathe Mboup untuk menggagalkan Brest meraih poin di akhir laga.

Apa selanjutnya?
PSG kini akan berusaha membangun momentum dari kemenangan vital ini dan naik lebih jauh di klasemen Ligue 1. Dengan Torres dalam performa luar biasa, Enrique harus segera mengatasi kerentanan lini pertahanan skuadnya dan beradaptasi dengan potensi absennya Hakimi sebelum menghadapi Marseille di liga menjelang jeda internasional.










