Tottenham Hotspur mencapai titik terendah bersejarah pada Sabtu malam saat tim asuhan Roberto De Zerbi bermain imbang 0-0 yang mengecewakan melawan Everton. Hasil itu membuat klub London Utara tersebut masih memburu kemenangan pertama mereka musim ini, sekaligus bergulat dengan mandeknya produktivitas di depan gawang yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Malam penuh rekor yang tak diinginkan di London Utara
Start buruk Tottenham di musim Premier League mencapai titik terendah baru setelah bermain imbang tanpa gol melawan Everton di Tottenham Hotspur StadiumTottenham mencatat rekor yang tidak diinginkan di bawah Roberto De Zerbi setelah gagal mencetak gol dalam empat laga pertama mereka di Premier League usai bermain imbang 0-0 dengan Everton. Jauh lebih dari sekadar kehilangan dua poin di kandang, hasil imbang ini membuat De Zerbi menghadapi krisis lini serang yang sepenuhnya nyata.
Angka-angka di balik paceklik gol Spurs memberi gambaran yang memberatkan bagi para pendukung tuan rumah. Hasil ini menjadi imbang 0-0 pertama yang pernah tercatat di Tottenham Hotspur Stadium di Premier League, mengakhiri rentetan luar biasa 140 pertandingan tanpa hasil imbang tanpa gol di stadion baru tersebut. Lebih memberatkan lagi, skor ini berarti Tottenham gagal mencetak gol dalam empat laga pembuka liga mereka untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

De Zerbi menghadapi Tel di lapangan
Ketidakmampuan Tottenham memecah kebuntuan menjadi cerminan penampilan tumpul mereka di sepertiga akhir, setelah hanya mampu melepaskan dua tembakan tepat sasaran sepanjang 90 menit. Ketegangan memuncak saat peluit akhir berbunyi, dengan De Zerbi terlihat jelas di lapangan terlibat adu mulut sengit dengan pemain pengganti Mathys Tel.
Tel, yang dimasukkan sesaat setelah laga melewati satu jam untuk memberi percikan, kesulitan besar memengaruhi alur permainan. Pemain Prancis itu hanya menyelesaikan 12 operan dan mencatatkan satu tembakan, gagal memberikan ketajaman klinis yang sangat dibutuhkan De Zerbi.
Alasan pelatih dan kekhawatiran fisik
Berbicara kepada Sky Sports setelah pertandingan, De Zerbi mencoba menjelaskan kurangnya ritme permainan dengan menyoroti keterlambatan kedatangan para pemain dalam latihan pramusim. “Ini bukan momen sulit. Musim lalu adalah momen sulit. Sekarang tidak normal, tetapi ketika Anda memulai terlambat, karena kami baru mulai bekerja dengan Marmoush, Savio, Solanke, dan Maddison dua hari lalu,” jelas pelatih asal Italia itu. Ia mencatat bahwa penurunan performa setelah awal yang cerah menjadi faktor besar dalam hasil akhir.
“Saya pikir kami bermain sangat baik dalam 30 menit pertama. Mungkin energi kami menurun karena kondisi fisik kami tidak dalam level terbaik. Kami harus lebih sering melepaskan tembakan ke gawang. Kami masuk ke dalam kotak penalti Everton 74 kali, tetapi kami tidak menciptakan cukup banyak peluang. Kami membuat terlalu banyak keputusan yang salah, tetapi kami bermain baik. Saya tidak positif dan saya juga tidak negatif. Saya realistis. Jika Anda bermain seperti yang kami lakukan dalam 30 menit pertama, itu karena Anda mampu bermain sepakbola. Kami harus memperpanjangnya hingga 90 menit dan tetap fokus.”

Mengatasi hambatan psikologis
Pelatih Tottenham mengakui bahwa kegagalan mencetak gol lebih awal dalam pertandingan mulai sangat membebani mentalitas skuadnya, terutama di tengah awal musim yang suram yang membuat Tottenham kehilangan poin saat menghadapi Brentford (3-0), Newcastle (2-0), Nottingham Forest (0-0), dan kini Everton (0-0). “Saya harus menganalisis performa dan potensi para pemain saya. Ketika kami tidak mencetak gol setelah 30 menit, kepercayaan diri kami terlalu merosot. Saya juga melihat hal itu pada babak kedua dan saya tidak menyukainya,” akunya.
Meski mencatat titik terendah bersejarah, De Zerbi tetap bersikeras bahwa cetak biru taktiknya pada akhirnya akan membuahkan hasil jika para pemainnya bisa mempertahankan intensitas mereka. Ia menutup dengan berkata: “Para pemain adalah manusia. Mereka sensitif. Posisi saya adalah membantu mereka agar tetap fokus pada perkembangan kami. Jika kami bermain selama 90 menit seperti yang kami lakukan pada 30 menit pertama, kami akan memenangkan banyak pertandingan.”










