Pelatih AC Milan Ruben Amorim mengakui bahwa timnya harus mempertahankan kontrol taktis yang jauh lebih baik jika ingin berhasil mengintegrasikan Luka Modric ke starting XI mereka. Bos AC Milan itu menyaksikan timnya kesulitan menjalani babak pertama yang tidak padu sebelum mengamankan hasil imbang lewat perjuangan keras di ibu kota.
Amorim kritis terhadap peran Modric
Amorim memberikan penilaian jujur soal kontribusi Modric setelah AC Milan bermain imbang 2-2 secara kacau melawan Lazio, dengan menyiratkan bahwa legenda Kroasia itu kewalahan menghadapi intensitas laga yang serba terburu-buru.
AC Milan sempat terlihat menuju kekalahan telak di Stadio Olimpico setelah penampilan lesu pada babak pertama membuat mereka tertinggal 2-0. Meski tim akhirnya bangkit untuk mengamankan satu poin, Amorim cepat menegaskan bahwa minimnya struktur dalam permainan justru merugikan playmaker veterannya, yang ditarik keluar setelah serangkaian kesalahan yang tidak biasa.
Berbicara kepada DAZN Italia setelah peluit akhir, juru taktik asal Portugal itu tidak menutupi kesulitan yang dihadapi gelandang bintangnya di tengah sengitnya pertandingan. “Kami harus benar-benar bagus saat menguasai bola agar bisa merasa nyaman dalam pertandingan. Jika penguasaan bola terus berganti sepanjang laga, maka itu bukan pertandingan yang cocok untuk Luka,” aku Amorim.

Kisah dua babak di Roma
Pertandingan itu sendiri menjadi rollercoaster emosi bagi para suporter Milan yang datang tandang, yang menyaksikan babak pertama begitu buruk hingga memicu cemoohan dari sektor tim tamu. Lazio tampak sepenuhnya memegang kendali, tampil klinis dalam penyelesaian mereka ketika Matteo Cancellieri dan Tijjani Noslin memanfaatkan kelengahan lini belakang untuk membawa tuan rumah unggul dua gol.
Atmosfer di Olimpico terasa sangat ganjil, saat bos Ac Milan Gennaro Gattuso membandingkan stadion yang kosong itu dengan periode COVID-19 karena aksi protes suporter yang masih berlangsung terhadap petinggi Lazio. Meski tribune sunyi, Lazio mendominasi duel fisik dan membuat pasukan Amorim hanya menjadi pengejar bayangan hingga jeda.
Amorim setuju dengan penilaian keras terhadap para pemainnya pada periode pembuka itu, seraya menyoroti kurangnya intensitas yang nyaris membuat mereka kalah dalam pertandingan tersebut. “Energi kami di babak pertama benar-benar tidak ada, kami terlalu sering kehilangan bola tanpa tekanan apa pun, hanya dari operan-operan sederhana. Mereka melewati para bek kami dengan terlalu mudah, tetapi babak kedua justru kebalikannya. Kami punya energi, kami mengendalikan permainan, itu tim yang sepenuhnya berbeda dan pertandingan yang sepenuhnya berbeda,” kata Amorim.
Perubahan taktik dan dampak Moreira
Titik balik bagi AC Milan datang lewat pergantian tiga pemain yang berani saat jeda babak pertama, yang menyuntikkan kecepatan yang sangat dibutuhkan ke dalam tim. Diego Moreira, yang tampil kesulitan pada penampilan sebelumnya melawan Juventus, menjadi pahlawan malam itu dengan mencetak dua gol dalam rentang dua menit cepat untuk menyamakan kedudukan. Masuknya Yunus Musah juga memberi lini tengah atletisme yang sangat kurang saat Modric berada di lapangan.
Menjelaskan alasan di balik perubahan tersebut dan posisi Moreira, Amorim menyatakan. “Kami mengubah cara kami tampil pada babak kedua dengan Musah, karena kami memahami bahwa kami membutuhkan sedikit lebih banyak kecepatan di tengah. Selain itu, Luka benar-benar sangat dekat dengan para bek tengah, lalu ada empat pemain untuk memulai satu permainan, ruang antarlini jadi lebih sedikit,” kata sang manajer.

Masih ada ruang untuk perbaikan di lini serang
Meski comeback itu impresif, pertandingan tersebut juga menyoroti kekhawatiran yang masih ada terhadap sejumlah nama besar Milan. Amorim mengakui bahwa timnya masih dalam proses perkembangan, terutama dalam hal mengubah penguasaan bola menjadi peluang mencetak gol yang benar-benar berbahaya.
“Kami perlu lebih banyak menghabiskan waktu di dekat kotak penalti. Kami banyak menguasai bola, tetapi jauh dari kotak penalti, jadi kami perlu menciptakan lebih banyak koneksi di dalam kotak penalti. Anda bisa melepaskan banyak umpan silang, tetapi kami butuh lebih banyak variasi, terkadang dengan pergerakan dari sisi lapangan dari Pulisic dan Alpha, tetapi Ramos juga akan berkembang sepanjang musim,” pungkas Amorim.










