Ibukota Indonesia – Seorang pengemudi ojek berubah menjadi orang yang terluka penembakan oleh terduga pelaku pencurian kendaraan beroda dua motor (curanmor) dalam kawasan Matraman, Ibukota Indonesia Timur (Jaktim).
Saksi mata bernama Evi (57) mengungkapkan pada waktu itu, penderita sedang mengawaitu penumpang yang membeli obat, serta situasi Jalan Palmeriam, Matraman, cukup ramai.
“Jadi, (korban) ngalang-ngalangin itu motor malingnya. Pas sudah ada dihalangi, dengan segera bunyi, ‘dor’ tembakan tuh. Saya secara langsung bilang, Lah, ditembak, ditembak,” kata Evi dalam Jakarta, Senin.
Evi mengaku mendengar teriakan “maling” dari arah Pasar Palmeriam sebelum penembakan terjadi. Selain itu, ia juga mengawasi sekitar 10 warga lebih tinggi mengejar dua terduga pelaku tersebut.
Korban sempat terbaring di dalam kedudukan akibat luka tembak pada bagian paha sehingga mengeluarkan banyak darah.
“Tadinya tak jatuh tuh. Pas saya teriak, ‘berdarah itu, darah, darah, darah’ saya gitu, langsung, jatuh itu pendatang (tidak mati), segera dibawa puskesmas dulu tapi tiada diterima, dibawa ke rumah sakit,” terang Evi.
Menurut Evi, pelaku menembakkan senjatanya ke arah individu yang terjebak ketika mengendarai kendaraan beroda dua motor, kemudian melarikan diri ke arah Jalan Matraman Raya.
“Pakai masker dua pelaku itu. Orang-orang juga lihat, cuma bukan berani akibat dengar tembakan. Saya hanya dengan segera lari, takut,” ucap Evi.
Sementara itu, pemilik motor Ilham (28) menceritakan insiden penembakan itu bermula ketika warga mengejar dua terduga pelaku pencuri yang dimaksud melarikan diri pasca mencuri motor RX-King di sebuah indekos yang tidaklah terpencil dari area penembakan. Pencurian itu diketahui oleh pemilik motor tersebut.
Saat itu, Ilham sedang memasak, sesudah itu mendengar kata-kata dari luar kamar dan juga mengira ada kurir paket yang dimaksud datang.
“Selang sekitar lima menit apa sepuluhan menit, saya pantau itu, dengan segera saya gedor pintu. Makanya, bunyi kayak ucapan tembakan itu (di CCTV),” kata Ilham.
Kedua dua pelaku gagal mengakibatkan kabur motornya tak lama kemudian melarikan diri. Ilham sempat mengejar sambil berteriak memohon pertolongan warga.
“Kalau ditodongnya, saya baru sampai sini, sih, depan pagar. Habis itu, saya secara langsung ngumpet dalam pilar sini. Terus, saya spontan teriak ke depan gerbang,” ujar Ilham.
Teriakan Ilham kemudian didengar warga yang digunakan dengan segera berupaya mengejar kedua pelaku tersebut.
“Kalau ciri-ciri mukanya (pelaku), saya kurang paham, akibat semuanya tertutup, pakai masker, helm, jaket, identik bawa tas, jadi tak kelihatan identik sekali,” ungkap Ilham.
Setelah kejadian itu, beberapa anggota kepolisian menuju ke indekos yang dimaksud untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) juga memohonkan keterangan dari saksi-saksi.















