Ibukota Indonesia – Para menteri luar negeri ASEAN menegaskan pentingnya melindungi keselamatan serta keamanan maritim, juga menjunjung kebebasan navigasi pada selat yang digunakan digunakan untuk navigasi internasional, khususnya Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS) 1982.
Hal itu disampaikan pada pernyataan para Menteri Luar Negeri ASEAN tentang Situasi yang mana Bertambah ke Timur Tengah, Selasa.
“Kami menyatakan keprihatinan mendalam melawan setiap tindakan diskriminatif atau sepihak yang mana dapat menghambat atau merintangi kapal yang digunakan menyeberangi Selat Hormuz, atau selat mana pun yang dimaksud digunakan untuk navigasi internasional, yang digunakan tak sesuai dengan hukum internasional, sebagaimana tercermin pada UNCLOS 1982,” mengutip pernyataan itu.
Pernyataan itu juga menyerukan pemulihan jalur pelayaran juga penerbangan yang mana aman, bebas hambatan, lalu berkelanjutan pada Selat Hormuz sesuai UNCLOS 1982, dan juga mendesak semua pihak untuk menjamin keselamatan pelaut kemudian kapal sesuai dengan Konvensi Internasional tentang Keselamatan Jiwa di Laut (SOLAS).
“ASEAN juga mengakui komitmen kolektif Organisasi Maritim Internasional untuk meyakinkan pelindungan lalu peningkatan keselamatan juga kesejahteraan pelaut pada kawasan ini,” menurut pernyataan itu.
Pernyataan yang dimaksud mendesak semua pihak menahan diri kemudian menjauhi eskalasi, dan juga menekankan pentingnya menjaga perdamaian, stabilitas, dan juga kemakmuran kawasan melalui penghargaan terhadap hukum internasional, dialog, diplomasi, juga penghentian segera seluruh permusuhan ke Timur Tengah.
Selain itu, pernyataan itu juga menegaskan kewajiban setiap negara untuk menyelesaikan sengketa secara damai, menghormati kedaulatan kemudian integritas teritorial, melindungi warga sipil juga infrastruktur sipil, kemudian menjamin keselamatan personel kemanusiaan dan juga personel PBB sesuai hukum internasional, Piagam PBB, lalu resolusi Dewan Keselamatan PBB.
Filipina mengawasi keketuaan ASEAN pada tahun 2026 lalu mengusung tema “Navigating Our Future, Together”, juga menyelenggarakan Pertemuan Para Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Foreign Ministers’ Meeting/AMM) ke-59 di dalam Manila, Selasa.
Pertemuan dalam Manila akan berlangsung hingga 24 Juli, serta mencakup pertandingan dengan mitra dialog ASEAN, ASEAN Plus Three, KTT Asia Timur, juga Wadah Daerah ASEAN, yang mana mempertemukan kekuatan-kekuatan besar termasuk AS, China, Rusia, Jepang, India, lalu Uni Eropa untuk mengkaji tantangan keamanan regional kemudian global.
Pada 18 Juni, Washington kemudian Teheran menyetujui secara resmi memorandum yang mengatur pengakhiran konflik yang mana dimulai pada 28 Februari. Namun, sejak 8 Juli, pasukan Amerika Serikat telah lama melakukan beberapa rangkaian serangan terhadap Iran.
Komando Pusat Amerika Serikat mengeklaim serangan yang disebutkan sebagai tanggapan menghadapi tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Pasukan bola Iran membalas dengan serangan terhadap pangkalan-pangkalan Negeri Paman Sam di Timur Tengah.











