DKI Jakarta – Mantan juara dunia kelas berat (minimum 90,7kg) terpadu Tyson Fury dan juga Mariusz Wach bersiap naik ring untuk bersaing untuk sabuk juara WBC METTA Humanitarian di Stadion Maz Muay Thai, Pattaya, Thailand, 24 Juli mendatang.
World Boxing Council (WBC) pada laman resminya yang dipantau ke Jakarta, Selasa, menjelaskan sabuk juara WBC METTA Humanitarian diciptakan untuk menghargai individu yang mana karya kemanusiaan juga komitmen sosialnya menghasilkan kembali dampak positif ke luar olahraga.
Menurut WBC, sabuk yang dimaksud tidak sekadar simbol kemenangan dalam menghadapi ring, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap petinju yang digunakan memanfaatkan popularitas serta pengaruhnya untuk membantu rakyat melalui bervariasi kegiatan sosial serta kemanusiaan.
Sabuk itu terinspirasi oleh konsep Thailand “Metta”, yang dimaksud berarti kasih sayang, kebaikan, juga perhatian tanpa pamrih terhadap sesama. Melalui penghargaan ini, WBC ingin menegaskan bahwa tinju tak hanya sekali melahirkan juara pada arena pertandingan, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menggalakkan inovasi sosial yang dimaksud positif.
WBC menjelaskan sabuk yang disebutkan akan diperebutkan di pertarungan 12 ronde yang dimaksud mempertemukan petinju Inggris Tyson Fury menghadapi veteran Polandia, Mariusz Wach. Laga itu diperkirakan berubah jadi salah satu daya tarik utama pada rangkaian kegiatan tinju juga amal yang tersebut dilakukan ke Pattaya.
Fury, yang pernah menyandang peringkat juara planet World Boxing Association (WBA) Super, International Boxing Association (IBF), World Boxing Organization (WBO), International Boxing Organization (IBO), kemudian WBC, walaupun bukan secara bersamaan, menyatakan waktu yang digunakan dihabiskannya di dalam Pattaya memberinya kesempatan untuk mengamati secara secara langsung beragam keinginan warga di dalam tempat tersebut.
Pengalaman itu mendorongnya untuk menjadikan pertarungan yang dimaksud tambahan dari sekadar turnamen olahraga. Petinju berjuluk “The Gypsy King” kemudian berinisiatif mencari organisasi yang mana dapat menerima seluruh hasil dari transaksi jual beli tiket sebagai bentuk sumbangan nyata bagi komunitas yang dimaksud membutuhkan.
Sebelum mengambil keputusan, Fury mempelajari sebagian organisasi amal yang tersebut menggerakkan di bidang bantuan sosial. Pada akhirnya, ia memilih mengupayakan Father Ray Foundation, sebuah lembaga yang selama lebih lanjut dari 40 tahun memberikan perawatan, pendidikan, juga pendampingan bagi anak-anak kurang mampu, penyandang disabilitas, dan juga remaja yang terlantar.
Komitmen Fury terhadap kegiatan kemanusiaan bermetamorfosis menjadi salah satu alasan utama WBC menciptakan sabuk METTA Humanitarian. Organisasi yang dimaksud mengkaji nilai-nilai yang tersebut ditunjukkan Fury sejalan dengan semangat penghargaan yang tersebut ingin merek hadirkan melalui sabuk khusus tersebut.
Dengan demikian, pertarungan berhadapan dengan Wach tiada cuma akan menentukan pemegang sabuk WBC METTA Humanitarian, tetapi juga berubah menjadi kesempatan untuk menggalang dukungan bagi kegiatan sosial. WBC berharap event itu dapat menunjukkan bahwa olahraga, khususnya tinju, mampu bermetamorfosis menjadi wadah untuk menyebarkan nilai solidaritas, kepedulian, kemudian tanggung jawab sosial terhadap penduduk luas.














