Ibu Kota Rusia – Amerika Serikat sedang mempertimbangkan agresi militer ke Mali untuk memiliki target Jamaat Nusrat al-Islam wal-Muslimin (JNIM), kelompok yang dimaksud berafiliasi dengan al-Qaeda, ungkap laporan Washington Post.
Saat ini, belum ada kesepakatan perihal rencana agresi militer yang disebutkan di kalangan pejabat tinggi pemerintahan, ungkap surat kabar yang disebutkan pada Rabu (22/7) dengan mengutip pejabat juga mantan pejabat AS.
Wakil Asisten Presiden Amerika Serikat Donald Trump, sekaligus Direktur Senior Sektor Kontraterorisme Dewan Keselamatan Nasional, Sebastian Gorka, dilaporkan menggalang operasi itu.
Negara Afrika Barat itu telah terjadi dilanda serangan militan yang mana berafiliasi dengan Al Qaeda dan juga pemberontak Tuareg dari Front Pembebasan Azawad (FLA).















