DKI Jakarta – Pebulu tangkis tunggal putra Nusantara Jonatan Christie bersyukur bisa saja cepat beradaptasi dengan status lapangan di dalam China Open 2026.
Dalam pertandingan sesi pertama China Open 2026 yang digunakan berlangsung di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Rabu, Jonatan Christie mengatasi perlawanan pemain Jepun Yudai Okimoto lewat drama rubber gim 21-17, 6-21, 21-13.
“Puji Tuhan bisa jadi pergi dari dari situasi yang digunakan kurang nyaman, kurang enak. Karena memang benar lapangan di dalam China Open ini sedikit tricky dengan situasi angin dan juga shuttlecocknya. Tadi benar-benar harus pintar menerapkan strategi,” kata Jojo disitir dari PBSI, Rabu.
Selain komponen harus beradaptasi dengan lapangan, Jojo mengakui bahwa permainan Yudai memang benar sangatlah baik kemudian begitu ulet selama pertandingan.
“Yudai tipe pemain yang mana ulet, telaten, tidaklah mudah-mudahan dimatikan, tipikal pemain Jepang,” ungkap Jojo yang tersebut menjadi unggulan keempat pada kompetisi kali ini.
Selanjutnya pada sesi kedua, Jojo akan bersua tunggal Singapura Loh Kean Yew pada Kamis.
Menatap laga tersebut, Jojo mengaku akan tampil hati-hati mengingat Loh Kean Yew merupakan pemain bertipe menyerang.
“Saya harus hati-hati juga ekstra waspada lantaran dengan status seperti ini, pasti mainnya beliau (Loh) lebih besar masuk. Harus diantisipasi,” ungkap Jojo.













