Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Alwi Farhan terpacu naik level ke berada dalam transisi tunggal putra

Alwi Farhan terpacu naik level ke berada pada transisi tunggal putra

Ibukota – Tunggal putra Indonesi Alwi Farhan menjadikan masa transisi di sektor tunggal putra Pelatnas PBSI sebagai pemacu untuk mengejar level atlet elite dunia.

“Saya tiada menjadikan itu sebagai masalah. Ada senior tentu lebih besar bagus, tetapi kalau memang benar keadaannya seperti ini, itu konsekuensi yang harus kami terima,” kata Alwi pada waktu ditemui dalam Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu.

Sektor tunggal putra Pelatnas PBSI mengalami pembaharuan komposisi pasca Jonatan Christie juga Chico Keadaan Dwi Wardoyo meninggalkan Cipayung untuk berkarier secara profesional. Situasi itu kemudian disusul mundurnya Yohanes Saut Marcellyno Siahaan dari pelatnas.

Kondisi yang dimaksud menimbulkan Anthony Sinisuka Ginting berubah jadi sosok paling senior dalam tunggal putra Pelatnas PBSI, sementara Alwi juga Moh. Zaki Ubaidillah mulai memikul peran tambahan besar pada serangkaian regenerasi.

Alwi menyatakan situasi itu tiada perlu terus diratapi. Menurut dia, pemain muda harus mampu menyesuaikan diri dengan keadaan serta memaksimalkan kesempatan yang tersebut ada.

“Kami bukan dapat terus berkutat pada situ. Keadaan seperti ini justru menghasilkan saya dapat berada di kedudukan sekarang,” ujar Alwi.

Alwi memandang status yang dimaksud turut membentuk mentalitasnya untuk terus mengejar level penggawa terbaik dunia. Ia merasa pemain muda harus beradaptasi lebih banyak cepat saat ruang untuk mengalami perkembangan semakin terbuka.

“Mau tiada mau saya harus mengejar mati-matian agar bisa saja satu level dengan peserta di atas,” kata Alwi.

Alwi juga menyambut positif diperkenalkan Ubed di dalam Japan Open 2026. Ia mengatakan masuknya Ubed ke pertandingan level elite dapat membantu keperluan latihan sekaligus menambah kekuatan tunggal putra Indonesia.

“Kehadiran Ubed sangat membantu, teristimewa lantaran saya jadi punya teman sparring di turnamen,” ujar Alwi.

Alwi memaparkan dirinya juga para pemain tunggal putra Tanah Air menyadari adanya tanggung jawab untuk memperbaiki prestasi. Menurut dia, tekanan yang dimaksud harus dijawab dengan kerja keras di dalam lapangan.

“Kami sebagai atlet menyadari tanggung jawab itu. Mau tidak ada mau kami harus berjuang habis-habisan untuk mengatasi prestasi bulu tangkis Indonesia,” kata Alwi.

Alwi serta Ubed akan tampil pada Super 750 Japan Open 2026 pada Tokyo, Jepang, 14-19 Juli. Selain keduanya, Negara Indonesia juga menurunkan Jonatan Christie yang sekarang ini berkarier sebagai pemain profesional.