Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Feyenoord tumbang telak secara statistik setelah malam tanpa harapan melawan FC Barcelona

Barcelona vs Feyenoord

Feyenoord gagal membuat kejutan saat menghadapi FC Barcelona pada Rabu. Klub Rotterdam itu sudah tertinggal pada menit ketiga dan pada akhirnya kalah telak 5-1 di Spotify Camp Nou, tempat Raphinha (2), Karim Adeyemi, Lamine Yamal, dan Gabriel Jesus mencetak gol untuk tim tuan rumah. Sem Steijn menyelamatkan harga diri Belanda saat kedudukan 4-0.

Kejutan besar dalam susunan pemain adalah Javi López. Bek kiri itu ditempatkan di depan bek kiri murni Mika Mármol dan di atas kertas bermain sebagai penyerang sayap kiri. Pelatih Giovanni van Bronckhorst menjelaskan sebelumnya bahwa ia menerapkan ‘perbedaan nuansa kecil’ lewat perubahan posisi pemain Spanyol tersebut.

Feyenoord sudah tertinggal pada menit ketiga. Sebuah bola terobosan jatuh ke kaki Yamal, yang langsung meneruskannya kepada Raphinha. Pemain Brasil itu mengalahkan Tsuyoshi Watanabe dan membuat Charles Vanhoutte serta Jeremiah St. Juste jatuh bersamaan dengan satu gerak tipu, sebelum juga membuat Tjark Ernst tak berdaya: 1-0.

Feyenoord beberapa kali mencoba mengancam lewat serangan balik dan sempat menuntut penalti ketika Anis Hadj Moussa terjatuh di kotak penalti setelah duel dengan João Cancelo dan Pau Cubarsí. Namun, pemain Aljazair itu membiarkan kakinya menggantung terlalu sengaja, sehingga wasit Sven Jablonski langsung mengabaikan insiden tersebut dan juga tidak dipanggil ke layar.

Tak lama kemudian Barcelona unggul 2-0. Adeyemi mendapat terlalu banyak ruang di sisi kiri, bergerak ke dalam, lalu melepaskan tembakan melengkung kaki kanan yang indah ke pojok atas gawang di belakang Ernst: 2-0. Feyenoord melakukan apa yang mereka bisa dan sempat mengancam lewat tembakan Gjivai Zechiël, yang meluncur satu meter di samping gawang Joan García.

Sesaat setelah Yamal nyaris menembak melebar, Feyenoord mendapatkan peluang terbesar mereka dalam pertandingan ini. Hadj Moussa melewati Andreas Christensen dengan gerak gunting yang indah, tetapi setelah itu ia memiliki terlalu sedikit ruang untuk juga melewati García. Barcelona kemudian merespons lewat Cancelo yang ikut naik membantu serangan dan mengenai tiang.

Feyenoord memulai babak kedua dengan cukup baik dan dengan jelas mencari jalan menyerang. Sebelum tim asuhan Van Bronckhorst bisa memberi ganjaran kepada diri sendiri, Barcelona menghantam keras di ujung lain lapangan. Pedri menunggu pergerakan lari Raphinha dan memberi umpan terobosan pada saat yang tepat. Pemain Brasil itu tetap sangat tenang dan menuntaskannya: 3-0.

Feyenoord sempat mengira bisa kembali ke dalam pertandingan lewat Nacho Ferri, yang menyelesaikan peluang dengan baik sambil memutar badan. Namun, dalam proses membangun serangan, Zechiël ternyata berada dalam posisi offside sejauh satu ujung jari kaki. Barcelona tidak berupaya terlalu keras untuk menaklukkan Ernst untuk keempat kalinya, tetapi tetap mampu membuat skor menjadi 4-0. Yamal melengkungkan tendangan bebas melewati pagar hidup ke dalam gawang.

Meski demikian, Feyenoord mampu mencetak gol yang pantas didapatkan pada fase akhir laga. Pemain pengganti Goncaloo Borges memberi umpan silang indah kepada Steijn dan pemain asal Den Haag itu menyontek bola masuk di tiang jauh. Gol penutup menjadi milik Barcelona. Yamal mengirim umpan kepada Gabriel Jesus, yang meneruskan bola dengan sundulan ke pojok jauh: 5-1.