Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

‘Kekanak-kanakan dan menyedihkan!’ – Christophe Dugarry MENGHANTAM Kylian Mbappe soal ambisi Ballon d’Or

Kylian Mbappe

Mantan pemain internasional Prancis Christophe Dugarry melontarkan penilaian tajam terhadap Kylian Mbappe setelah bintang Real Madrid itu baru-baru ini berkomentar mengenai penghargaan individunya. Pemenang Piala Dunia 1998 itu meyakini bahwa pengejaran kejayaan pribadi sang penyerang di ruang publik merusak tanggung jawabnya sebagai pemimpin bagi klub dan tim nasional.

Dugarry tanpa tedeng aling-aling dalam kritik terhadap Mbappe

Hubungan antara para legenda sepakbola Prancis dan generasi saat ini kerap diwarnai gesekan, tetapi Dugarry membawa kritiknya terhadap Mbappe ke level baru.

Menyusul pernyataan terbaru dari penyerang Real Madrid itu mengenai keinginannya untuk meraih Bola Emas pertamanya, Dugarry mengecam sang superstar atas apa yang ia anggap sebagai kurangnya kerendahan hati dan fokus yang keliru pada statistik pribadi ketimbang kejayaan kolektif.

Mantan striker itu, yang dikenal blak-blakan, menyebut kampanye terbuka semacam itu tidak pantas dilakukan pemain dengan status seperti Mbappe.

Kekanak-kanakan dan menyedihkan

Dugarry tidak menahan diri saat membahas bagaimana situasi ini terlihat, terutama mengingat peran Mbappe sebagai kapten Prancis. Dalam kecaman pedas, mantan pemain internasional Prancis itu mengecam Mbappe karena secara terbuka mengungkapkan keinginannya untuk memenangkan Ballon d’Or, dengan menyatakan bahwa tindakan berkampanye untuk penghargaan itu pada dasarnya keliru.

Dugarry berkata: “Secara terbuka meminta penghargaan individu seperti itu, menurut saya KEKANAK-KANAKAN dan MENYEDIHKAN. Tidak ada yang hebat dari memintanya, terutama sebagai kapten tim nasional Anda.”

Mbappe tetap yakin dengan posisinya

Kritik itu muncul sebagai respons atas pengakuan terbaru Mbappe bahwa ia yakin berada dalam posisi yang bagus untuk akhirnya memenangkan trofi bergengsi tersebut. Berbicara tentang peluangnya, pemain berusia 27 tahun itu mencatat bahwa kepindahannya ke ibu kota Spanyol secara alami menempatkannya dalam sorotan untuk penghargaan semacam itu.

“Saya pikir ketika Anda bermain untuk Real Madrid, klub terbaik di dunia, orang-orang mengaitkan Anda dengan penghargaan ini,” kata Mbappe mengenai Ballon d’Or. Ia kemudian menambahkan: “Mungkin ini tahun yang bagus untuk itu, tetapi orang-orang bisa memilih sesuai dengan apa yang mereka pikirkan.”

Noda dalam rekam jejak Mbappe

Meski tanpa trofi pada musim terakhirnya di Paris, Mbappe tetap menjadi salah satu penyerang paling produktif di dunia setelah mencetak 42 gol dalam 44 pertandingan untuk Real Madrid pada musim lalu. Namun, kegagalannya meraih gelar Liga Champions selama waktunya di Parc des Princes tetap menjadi noda dalam rekam jejaknya bagi sebagian pengkritik.

Dugarry menilai fokus pada catatan individu ketimbang pencapaian tim ini merupakan gejala dari masalah yang lebih luas dalam sepakbola modern, ketika para bintang kerap diprioritaskan dibanding sistem.

Dugarry melanjutkan kritiknya dengan menyoroti hilangnya identitas kolektif. Ia berkata: “Sepakbola menjadi semakin individualistis, dan terlalu sering itu membuat saya muak. Alih-alih berbicara tentang diri sendiri dan penghargaan individu, Anda seharusnya berbicara tentang tim, tentang berbagi kesuksesan, dan tentang trofi yang tidak Anda menangkan tetapi ingin Anda menangkan bersama.”