Beirut – Menteri Sosial Lebanon, Haneen El Sayed, mengungkapkan sekitar 400.000 warga yang sebelumnya mengungsi sudah kembali ke wilayah mereka dalam Lebanon selatan, sementara berbagai warga lainnya yang digunakan belum dapat pulang akibat kerusakan yang tersebut meluas.
Pernyataan yang dimaksud disampaikan El Sayed pada Hari Sabtu (4/7) pada waktu mengunjungi kota Tyre ke Lebanon selatan. Dalam kunjungan itu, ia bertemu dengan para pejabat dari Persatuan pemerintahan Pusat Kota Distrik Tyre dan juga unit penanggulangan bencana di dalam kawasan tersebut, menurut Kantor Berita Nasional Lebanon.
El Sayed mengutarakan bahwa gencatan senjata masih berada pada keadaan rapuh, tetapi Lebanon selatan mulai menyaksikan kembalinya warga yang mengungsi.
Ia menjelaskan bahwa tujuan kunjungannya adalah untuk menafsirkan kondisi di lapangan dan juga mendengarkan bermacam tantangan yang tersebut dihadapi penduduk setempat sebagai bagian dari persiapan rencana yang dimaksud tambahan luas terkait pemulangan warga, pemulihan, serta rekonstruksi.
El Sayed mencatat bahwa kapasitas keuangan pemerintah Lebanon masih terbatas. Oleh sebab itu, Beirut akan mengajukan permohonan dukungan pendanaan terhadap komunitas internasional guna memulai proyek-proyek rekonstruksi dan juga memberikan bantuan mendesak terhadap keluarga yang mana terdampak.
Menteri yang disebutkan juga mengungkapkan bahwa pemerintah sedang mengupayakan bantuan biaya sewa bagi keluarga pengungsi yang masih belum mampu kembali ke rumah mereka.
Selain itu, pemerintah berada dalam mengkaji mekanisme untuk membantu pemilik rumah yang tersebut mengalami kecacatan ringan melalui dukungan dana perbaikan, juga mempertimbangkan penyediaan unit hunian prefabrikasi sebagai solusi sementara.
Sejak 2 Maret, negara Israel terus melancarkan serangan militer di dalam Lebanon yang digunakan sudah menewaskan 4.303 warga lalu melukai 12.202 lainnya, menurut Kementerian Aspek Kesehatan Lebanon. Serangan yang disebutkan juga memaksa tambahan dari sejuta pemukim meninggalkan rumah mereka.
Sumber: Anadolu











