Ibukota – Pemain lapangan Manchester United Mason Mount meyakini klubnya mempunyai kualitas juga mentalitas yang cukup untuk bersaing bertarung memperebutkan penghargaan juara Turnamen Inggris pada musim depan.
“Saya miliki target untuk meraih kemenangan Turnamen Premier. Jelas saya sudah ada meraih kemenangan Turnamen Champions, tapi dapatkah kami meraih kemenangan liga? Ya, saya pikir kami sanggup sebagai sebuah grup,” kata Mason Mount pada laman ESPN di dalam Jakarta, Kamis.
Pemain berusia 27 tahun itu sedang menjalani akhir musim ketiganya ke Old Trafford. Sejak didatangkan dari Chelsea, Mount tampil pada 69 laga akibat cedera dan juga ketatnya persaingan di skuad utama.
Meski menyadari kontribusinya belum maksimal, Mount kekal percaya diri terhadap kemampuan pasukan asuhan Michael Carrick.
Setan Merah berada dalam ambang kualifikasi Kompetisi Champions setelahnya bangkit dari periode sulit sebelumnya.
Mount menegaskan bahwa mentalitas juara sangat diperlukan untuk memacu performa tim ke level tertinggi.
Menurutnya, United harus berani mengupayakan diri sebagai satu kesatuan grup agar sanggup bersaing ke papan atas.
“Mungkin tampak sedikit jauh, tetapi Anda harus memiliki mentalitas yang disebutkan untuk benar-benar memacu diri Anda sebagai sebuah grup,” katanya.
Mantan pemain Chelsea itu juga merujuk performa United ketika menghadapi klub-klub besar musim ini.
Ia menyimpulkan kemenangan melawan Manchester City, Liverpool, Chelsea, juga Arsenal bermetamorfosis menjadi bukti kapasitas skuad asuhan Michael Carrick.
“Kami telah dilakukan menunjukkannya musim ini, jadi kami pasti bisa jadi melakukannya,” tutur Mount.
Fokus utama Mount pada waktu ini adalah menyimpan konsistensi permainan kemudian berharap berubah menjadi bagian penting pada rencana jangka panjang klub untuk mengakibatkan pulang trofi Turnamen Inggris ke Old Trafford.
United sendiri berusaha mencapai gelar kejuaraan liga sebagai kado ulang tahun ke-150 klub pada 2028.
Kehadiran Michael Carrick sebagai pembimbing telah lama memulihkan kepercayaan diri pemain pasca masa sulit di dalam bawah kepemimpinan Ruben Amorim.











