Ibukota Indonesia – Polisi menyelidiki komplotan pencuri sepeda gowes motor yang dimaksud diduga menggasak empat unit motor sekaligus dalam sebuah indekos di kawasan Kalisari, Pasar Rebo, DKI Jakarta Timur (Jaktim).
“Masih pendalaman, regu buser Polsek sedang rute lidik,” kata Kapolsek Pasar Rebo AKP I Wayan Wijaya ketika dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.
Dia menyebutkan pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas para pelaku maupun kronologi lengkap pencurian tersebut.
Polsek Pasar Rebo juga terus mengakumulasi informasi dan juga melalukan kumpulan penyelidikan ke tempat kejadian perkara (TKP).
Wayan mengemukakan berdasarkan laporan yang digunakan diterima oleh pihaknya, pencurian itu terbentuk pada Awal Minggu (21/7) sekitar pukul 03.00 WIB.
“Kejadian tanggal 21 Juli sekitar jam 03.00 dini hari, lokasinya di dalam kos-kosan,” ucap Wayan.
Akan tetapi, beliau belum dapat merinci kronologi pencurian tersebut, diantaranya cara para pelaku menghadirkan kabur empat unit kendaraan beroda dua motor milik korban.
Selain itu, aparat juga belum meyakinkan jumlah agregat pelaku yang dimaksud terlibat pada kejadian tersebut.
Wayan pun mengimbau seluruh pemilik kendaraan agar lebih tinggi berhati-hati di menyimpan motor serta menerapkan kunci ganda untuk keamanan motor.
Sementara itu, salah satu korban Dodo Hidayat (65) mengutarakan sekitar pukul 04.00 WIB, warga di salah satu rumah kontrakan mulai menyadari kendaraan beroda dua motor yang tersebut diparkir di teras telah hilang.
“Semua empat. Motor saya kan satu PCX, terus yang tersebut tiga biji, yang tersebut di dalam kontrakan Bu Rahmat, motor Beat semua dalam situ, kena semua,” ungkap Dodo.
Dodo mengaku sempat bukan menyadari sepeda gowes motor Honda PCX miliknya juga bergabung dicuri. Ia baru mengetahui motornya hilang setelahnya dibangun pada pagi hari.
Setelah mengetahui kejadian tersebut, Dodo sama-sama warga segera mencari rekaman kamera pengawas (CCTV) dalam sekitar tempat kejadian untuk berubah menjadi komponen laporan untuk pihak kepolisian.
Berdasarkan rekaman CCTV, Dodo menyebutkan ada tiga pemukim pelaku yang digunakan melakukan aktivitas kriminal tersebut. Namun dari informasi yang mana ia peroleh, jumlah agregat pelaku diduga tambahan dari empat orang.













