Ibukota Indonesia – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyampaikan bahwa Nusantara masih dapat melakukan penanganan bencana banjir dan juga longsor pada Sumatera secara mandiri, sehingga bantuan dari negara-negara sahabat masih belum diperlukan ketika ini.
Meski demikian, Menlu masih mengucapkan terima kasih berhadapan dengan tawaran bantuan dari negara-negara mitra. Ia mengatakan tawaran yang dimaksud mencerminkan perhatikan merek terhadap situasi ke Indonesia.
“Kami sedang menyelesaikan semua yang mana dibutuhkan, tapi memang benar ada beberapa yang mana menawarkan. Kami juga mengucapkan terima kasih melawan kepeduliannya, tapi kami yakin kami masih mampu mengatasinya,” kata Sugiono seusai serah terima bantuan Kemlu RI untuk orang yang terdampar banjir Sumatera ke Gedung Pancasila, Jakarta, Jumat.
Tanpa merinci negara-negara mana belaka yang mana menawarkan bantuan, Menlu RI mengungkapkan bahwa negara-negara sahabat bersedia membantu apapun yang diperlukan Indonesia.
“Semuanya mengatakan, kalau misalnya penting apa-apa, beritahu,” ucap dia.
Ia pun menyatakan bahwa ruang untuk bantuan asing baru akan dibuka apabila Nusantara merasa kewalahan menangani banjir di bagian utara Pulau Sumatera.
“Tetapi saya kira, dengan semua kekuatan yang ada, kemudian ini adalah upaya bersama, saya yakin kita dapat menyelesaikan hambatan ini,” tutur Sugiono.
Pernyataan yang mana senada sebelumnya disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Rabu (4/12), yang tersebut menyatakan bahwa Tanah Air masih sanggup mengatasi bencana di dalam Sumatera serta masih memiliki stok pangan yang cukup bagi para korban.
“Untuk sementara ini belum (buka peluang) ya. Meskipun kami juga mewakili eksekutif Republik Indonesi menyampaikan terima kasih lantaran banyak sekali atensi dari negara-negara sahabat,” kata Prasetyo persoalan kemungkinan bantuan internasional masuk ke Pulau Sumatera.
Sembari mengapresiasi perhatian dari negara sahabat, Mensesneg berkata bahwa selain cukup pangan, Tanah Air juga masih mampu memverifikasi pasokan BBM pada wilayah terdampak bencana, walaupun mekanisme distribusinya memerlukan penyesuaian.
Berdasarkan data BNPB hingga hari terakhir pekan siang, jumlah total penderita meninggal globus akibat banjir serta longsor pada Aceh, Sumatera Utara, juga Sumatera Barat sejak pekan setelah itu mencapai 893 jiwa, sementara 521 lainnya masih hilang, lalu 4.200 tambahan mengalami cedera.











